Persib Bandung Negosiasikan Kontrak Baru Bojan Hodak Jelang Akhir Musim

Persib Bandung Negosiasikan Kontrak Baru Bojan Hodak Jelang Akhir Musim

Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat sedang melakukan negosiasi perpanjangan kontrak dengan pelatih Bojan Hodak di Bandung jelang laga krusial penentu gelar juara Super League musim 2025/2026 pada Selasa (19/5/2026).

Klub berjuluk Maung Bandung tersebut hanya membutuhkan minimal satu poin saat melawan Persijap Jepara pada Sabtu (23/5/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api untuk mencetak sejarah sebagai tim pertama yang mengoleksi lima gelar era Liga Indonesia.

Proses pembicaraan masa depan juru taktik asal Kroasia itu sempat tertunda karena sang pelatih sedang berduka setelah ibundanya, Jelica Hodak, meninggal dunia pada usia 86 tahun pada Rabu (13/5/2026).

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan menjelaskan bahwa manajemen sangat menghormati situasi Bojan Hodak yang ingin menyelesaikan kompetisi terlebih dahulu.

"Obrolan mah sudah ada dari lama ya, cuma kami juga sangat menghormati Bojan ya, beliau ingin fokus dulu sampai akhir musim," kata Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.

Pihak manajemen sengaja memberikan ruang agar sang pelatih bisa menyelesaikan urusan keluarga di tengah suasana duka yang mendalam.

"Apalagi juga kan beliau baru ada kabar duka ya kemarin ibunya meninggal dunia, jadi kami juga memberikan waktu yang cukup untuk beliau fokus dulu sampai akhir musim dan mengurus keperluan dari orang tuanya," ujar Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.

Manajemen Persib memastikan pembicaraan formal yang lebih mendalam akan segera dilangsungkan tepat setelah pertandingan pamungkas musim ini selesai digelar.

"Jangan khawatir nanti setelah tanggal 23 kita pasti akan duduk bareng dan akan memberikan informasi terbarulah sama teman-teman semua," ucap Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.

Adhitia menambahkan bahwa seluruh elemen klub, mulai dari manajemen hingga suporter, merasa sangat puas dan ingin mempertahankan pelatih yang sudah menyumbang dua gelar beruntun tersebut.

"Yang pasti Bojan kami yakin juga happy di Bandung, dia juga cinta sama Persib. Tapi pasti ada beberapa personal reason yang dia juga lagi pertimbangkan. Jadi ya nanti kita lihat aja setelah tanggal 23 seperti apa," kata Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.

Mengenai rumor permintaan peningkatan fasilitas latihan dari Bojan, manajemen menegaskan komitmennya untuk terus membenahi infrastruktur klub demi mendukung kestabilan tim.

"Tapi intinya manajemen happy dengan dia, pemain happy sama dia, semua juga happy dengan dia, jadi kita akan berusaha yang terbaiklah untuk memastikan dia juga bisa stay bersama Persib," lanjut Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.

Pihak klub juga mengakui keunggulan fasilitas milik klub lain, namun Persib terus melangkah maju dengan mengoptimalkan lapangan pendamping dan ruang kebugaran di kawasan stadion.

"Semua pelatih pasti minta yang sama ya, fasilitas. Tapi kalau boleh jujur-jujuran, fasilitas terbaik sekarang di Indonesia di mana? (Bali United) Betul, enggak banyak yang punya itu," ujar Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.

Persib dilaporkan sudah menyusun rencana matang untuk peningkatan kualitas rumput lapangan serta pembaruan fasilitas penunjang performa pemain pada musim depan.

"Sekarang kita latihan dedicated di lapangan pendamping. Terus gym, oke kita belum pernah gym yang mungkin maksimal tapi di tempat GBLA udah ada gym," katanya Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.

Pihak manajemen juga mengonfirmasi adanya tawaran kenaikan nilai kontrak dalam draf baru demi mengapresiasi kinerja positif sang arsitek tim.

"Persib in the progress ke sana, dalam waktu dekat musim depan juga kita udah punya plan untuk ganti rumputlah, untuk melengkapi gym lah, kita lagi mau bikin sesuatu yang baru lagi," ungkap Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.

Meski ada potensi kenaikan gaji, manajemen tetap menerapkan prinsip rasionalitas keuangan demi keberlangsungan klub dalam jangka panjang.

"Oh naik, dong! Bojan kan billing offering-nya good. Haha. Apa lagi?" ucap Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.

Manajemen percaya bahwa loyalitas pelatih berusia 55 tahun itu di Bandung melampaui urusan materi semata.

"Kita tuh percaya bahwa Bojan itu pelatih yang tepat buat kita. Tapi kita juga punya rules yang kita juga tahulah bahwa ada maksudnya ini reasonable buat kita apa enggak, reasonable buat klub jangka panjang apa enggak," katanya Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan status sang pelatih yang kini telah dianggap sebagai legenda oleh publik sepak bola Bandung.

"Kita percaya Bojan mah bukan tentang numbers kok, kita yakinlah. Dia di Bandung udah 3 tahun dan udah jadi legenda kan, kita yakinlah Bojan bukan bukan bukan numbers guy," pungkas Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.

Sebelumnya, manajemen Persib juga telah menyampaikan rasa duka yang mendalam secara resmi kepada media terkait wafatnya ibunda Bojan Hodak pada pertengahan Mei.

"Seluruh keluarga besar Persib turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya ibunda tercinta dari pelatih Bojan Hodak," ujar Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.

Segenap jajaran tim terus mengalirkan kekuatan moral agar sang pelatih diberikan ketabahan dalam melewati masa-masa sulit ini.

"Dalam saat-saat penuh kesedihan ini, doa dan dukungan kami menyertai Coach Bojan serta keluarga besar agar diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan," tambahnya Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.

Walaupun dilanda kesedihan berat, Bojan Hodak tercatat tetap bersikap profesional dengan mengawal skuad Persib dalam laga melawan PSM Makassar pada 17 Mei dan persiapan menjelang laga terakhir pekan ini.

Artikel terkait