Komponen baterai 12 volt atau aki pada kendaraan listrik ternyata memiliki peran yang serupa dengan mobil bermesin konvensional. Seperti diberitakan oleh Otomotif, aki ini bertugas menyuplai daya untuk berbagai sistem elektronik kendaraan.
Aftersales Service Operation Manager Jaecoo, Bayu Agus Mustofa, menjelaskan bahwa baterai 12 volt tersebut tetap bekerja walaupun mobil sedang tidak diaktifkan.
“Mungkin kalau kita tahu di mobil ICE, baterai itu ketika mobil dalam keadaan mati pun ada arus aki yang terpakai di mobil, contoh untuk mempertahankan jam dan lain-lain. Itu juga sama, berlaku di mobil listrik,” ujar Bayu di Jakarta Utara.
Aliran arus listrik dalam jumlah kecil tersebut berfungsi menjaga kinerja beberapa sistem elektronik pendukung agar tetap aktif.
“Jadi meski kondisi mobil dalam keadaan mati, aki itu ada arus sedikit yang terpakai dalam mobil,” kata Bayu.
Guna menjaga kondisi baterai 12 volt tetap optimal, pemilik kendaraan dianjurkan untuk menyalakan mobil secara berkala. Kebiasaan ini dinilai mirip dengan prosedur memanaskan mesin pada mobil berbahan bakar bensin.
“Kalau mobil bensin kita biasa ada istilah manasin mobil pagi-pagi. Itu sebenarnya harus berlaku di mobil listrik,” ujar Bayu.
Pasokan daya aki 12 volt bersumber dari baterai utama atau power battery melalui komponen bernama DC-DC converter. Pengisian ulang daya aki akan berlangsung secara otomatis sewaktu mobil dinyalakan dalam status siap berkendara.
“Karena aki itu diisi oleh power battery melalui DC-DC converter. Jadi mungkin dalam jarak 2 sampai 4 hari hari, mobilnya bisa dibikin ready dan menyalakan AC, otomatis baterai 12V SOC-nya nanti akan nge-charge sendiri,” kata Bayu.
Tips Memarkir Kendaraan dalam Waktu Lama
Terdapat penanganan khusus yang perlu diperhatikan jika kendaraan akan ditinggal pergi oleh pemiliknya dalam jangka waktu panjang.
“Apabila ingin meninggalkan kendaraannya dalam perjalanan jauh, usahakan power battery-nya diisi di atas 50 persen dan juga aki-nya dicabut minusnya,” ujar Bayu.
Baterai 12 volt memegang andil krusial dalam mengaktifkan sistem komputer, lampu, hingga akses pembuka pintu saat awal kendaraan hendak digunakan. Kendaraan listrik tidak akan bisa dihidupkan jika aki mengalami masalah atau tekor, sekalipun sisa daya pada baterai utama masih melimpah.