Aki Lithium Menjadi Solusi Gangguan Kelistrikan Sepeda Motor

Aki Lithium Menjadi Solusi Gangguan Kelistrikan Sepeda Motor

Langkah meningkatkan komponen aki motor ternyata bukan sekadar demi mengikuti tren teknologi. Dilansir dari Otomotif, penggantian aki konvensional menjadi aki lithium dapat menjadi jalan keluar bagi pemilik kendaraan yang kerap menghadapi gangguan sistem kelistrikan.

Jenis aki lithium kini semakin diminati lantaran menjanjikan masa pakai yang cenderung lebih lama. Selain itu, pasokan arus listrik yang dihasilkan juga diklaim jauh lebih stabil jika dibandingkan dengan jenis aki konvensional.

Penerapan teknologi ini sekarang jamak dipertimbangkan oleh para pengguna sepeda motor harian. Keunggulan tersebut juga dicari oleh pemilik motor modifikasi yang memiliki kebutuhan daya listrik lebih besar.

Pada umumnya, tipe aki konvensional seperti aki basah maupun aki bebas perawatan atau maintenance free masih mendominasi penggunaan. Komponen penunjang ini mengandalkan pelat timbal serta cairan elektrolit dengan durasi usia pakai berkisar antara dua hingga tiga tahun.

Kendati demikian, aki konvensional kerap memunculkan kendala seiring berjalannya waktu pemakaian. Salah satu tanda yang sering dijumpai adalah kemunculan serbuk putih akibat proses oksidasi pada bagian terminal kepala aki.

Apabila problem tersebut mulai sering terjadi, pemilik kendaraan disarankan untuk segera waspada. Apalagi jika motor sudah mulai sulit dinyalakan dan pasokan arus listriknya terasa tidak stabil.

Rendra Pramono selaku Engineering Department Head Dharma Group menjelaskan bahwa daya tahan menjadi keunggulan utama dari jenis aki lithium.

"Yang pertama dan paling penting itu usia pakai (lifetime). Kalau lithium ini lifetime sampai lima tahun. Garansinya dua tahun," kata Rendra.

"Jadi dalam dua tahun pertama, kalau ada kendala, bisa langsung tukar guling sama kami. Kalau aki biasa biasanya cuma dua sampai tiga tahun," ujarnya.

Berkat masa pakai yang panjang, investasi ini dinilai cocok bagi pengendara dengan mobilitas tinggi. Opsi ini juga mempermudah pemilik kendaraan yang menginginkan efisiensi dalam hal perawatan motor.

Menopang Kebutuhan Aksesori Elektronik Tambahan

Ketangguhan aki lithium dalam menjaga stabilitas arus sangat krusial untuk kendaraan yang telah dipasangi komponen tambahan. Aksesori tersebut meliputi lampu BiLed, pengisi daya USB, perangkat audio, hingga komponen modifikasi elektronik lainnya.

Perbedaan mencolok antara aki lithium dan aki biasa juga terletak pada sisi rancangan konstruksi komponennya.

"Terminalnya pakai kuningan, bukan besi. Kalau aki biasa sering muncul putih-putih karena oksidasi. Di sini tidak ada. Terminalnya juga ditanam ke plastik, jadi tidak mungkin bocor dan tidak mudah copot," kata Rendra.

Pemilihan material kuningan pada bagian terminal secara otomatis menekan risiko terjadinya karat. Di sisi lain, metode penanaman terminal langsung ke wadah plastik berfungsi menahan guncangan agar tidak mudah longgar.

Walau memiliki banyak kelebihan, keputusan pembaruan komponen ini tetap harus merujuk pada kebutuhan berkendara. Pemakaian aki konvensional sebenarnya sudah dirasa memadai untuk sepeda motor standar yang digunakan secara normal sehari-hari.

Artikel terkait

Rekomendasi