Lonjakan aktivitas pariwisata di Pulau Dewata memberikan dampak positif yang signifikan bagi industri logistik lokal. Para wisatawan kini semakin gemar memanfaatkan jasa pengiriman barang untuk mengirimkan oleh-oleh maupun keperluan pribadi ke daerah asal mereka.
Langkah ini dinilai menjadi solusi praktis agar pelancong tidak perlu membawa beban berlebih saat pulang, sekaligus menghindari biaya tambahan bagasi pesawat. Fenomena pertumbuhan ini dirasakan langsung oleh jaringan agen pengiriman di berbagai titik destinasi wisata.
Dikutip dari Suara, peningkatan pengiriman barang ini mengalami lonjakan yang sangat kentara terutama ketika memasuki musim libur panjang dan akhir pekan. Kebutuhan logistik di area wisata tersebut memperlihatkan potensi pasar yang besar dan terus berulang.
"Saat musim liburan atau long weekend, permintaan pengiriman meningkat signifikan. Banyak wisatawan memilih kirim barang seperti oleh-oleh atau pakaian liburan karena lebih praktis dan hemat," ujar Muhammad Ekhsan, salah satu agen Lion Parcel seperti dikutip, Senin (1/6/2026).
Sebagai gambaran, tarif pengiriman Lion Parcel untuk rute Denpasar ke Jakarta ditawarkan mulai dari Rp 7.000 hingga Rp 37.000 per kilogram, sesuai dengan jenis layanan yang dipilih. Layanan ini tidak hanya memikat pelancong domestik, melainkan juga menarik minat turis mancanegara yang memesan pengiriman ke negara asal mereka.
Beberapa komoditas khas yang kerap dikirimkan oleh para turis asing meliputi produk fesyen, kerajinan tangan, aksesori, hingga produk suplemen lokal. Negara tujuan pengiriman internasional didominasi ke wilayah Australia, Malaysia, dan Singapura.
"Banyak turis asing yang tinggal cukup lama di Bali lalu mengirimkan produk lokal ke keluarga atau teman di negara asalnya, biasanya kirim ke Australia, Malaysia, Singapura. Customer juga memberikan testimoni positif, baik domestik maupun internasional, kirimannya cepat dan aman katanya," jelas Ekhsan.
Ekhsan yang sudah menjalankan kemitraan sejak tahun 2021 ini mengaku usahanya terus melaju pesat berkat lokasi yang strategis serta strategi pemasaran digital. Layanan yang responsif menjadi kunci utama dalam menjaga loyalitas pelanggan di tengah tingginya persaingan.
"Bersyukur bisnis ini berkembang pesat. Saya melihat logistik sebagai bisnis yang potensial dan sangat dibutuhkan, terutama di daerah dengan aktivitas wisata yang tinggi seperti Bali. Selain permintaannya terus ada, sistem kemitraan dan komisi yang ditawarkan Lion Parcel juga memberikan peluang yang baik bagi kami para agen untuk terus berkembang," papar Ekhsan.
Tingginya pergerakan wisatawan ini dinilai menciptakan ekosistem bisnis baru yang menguntungkan bagi masyarakat setempat melalui jalur kemitraan logistik. Kehadiran titik-titik agen di lapangan berfungsi untuk mempermudah aksesibilitas para pelancong dalam menjangkau layanan pengiriman secara cepat.
"Mobilitas wisatawan yang tinggi turut menciptakan kebutuhan pengiriman yang terus meningkat. Kami melihat hal ini bukan hanya menjadi peluang untuk menghadirkan layanan yang memudahkan pelanggan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui kemitraan agen Lion Parcel," ujar Chief Retail Officer Lion Parcel Febri Andika.
Langkah ekspansi jaringan ini diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan wirausaha lokal yang bergerak secara selaras dengan geliat sektor pariwisata daerah.
"Di sisi lain, keberadaan agen juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Melalui kemitraan ini, Lion Parcel mendorong tumbuhnya usaha lokal yang dapat berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pengiriman, khususnya di wilayah dengan aktivitas pariwisata yang tinggi," pungkas Febri.