Kemenpar Minta Pengelola Destinasi Wisata Tingkatkan Kesiapan Libur Sekolah

Kemenpar Minta Pengelola Destinasi Wisata Tingkatkan Kesiapan Libur Sekolah

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menginstruksikan seluruh pengelola destinasi wisata untuk meningkatkan kesiapan fasilitas dan layanan menjelang periode libur sekolah. Kesiapan ini bertujuan mengantisipasi lonjakan pergerakan wisatawan domestik, khususnya di wilayah Bali, seperti dilansir dari Medcom.

Langkah peninjauan langsung dilakukan di Waterbom Bali pada Jumat (5/6) demi memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung telah menjadi prioritas utama pihak pengelola. Optimalisasi sarana prasarana, manajemen pengunjung, hingga mitigasi risiko menjadi fokus utama yang harus dipenuhi sebelum masa liburan tiba.

"Kunjungan ini menjadi langkah kami untuk melihat secara langsung kesiapan destinasi wisata, khususnya di Bali, dalam menghadapi momentum libur sekolah," kata Ni Luh Puspa.

Peningkatan kualitas pengelolaan ini dipandang penting oleh Kementerian Pariwisata sebagai peluang untuk mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan. Selain itu, kesiapan sarana juga mencakup pengelolaan sampah dan standar kompetensi sumber daya manusia setempat.

"Dokumen ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri pariwisata, untuk memastikan kesiapan destinasi dalam memenuhi aspek keselamatan, keamanan, refinement kenyamanan wisatawan," kata Wamenpar Ni Luh Puspa merujuk pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Merespons arahan tersebut, pihak manajemen industri pariwisata menyatakan telah menyiapkan strategi khusus menghadapi lonjakan pengunjung pada musim liburan. Pengawasan kualitas berkala diterapkan guna menjaga daya dukung lingkungan tempat wisata.

"Kami memiliki departemen quality control yang secara rutin melakukan pemeriksaan. Dengan pengalaman 33 tahun, kami siap menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan. Dari sisi tim dan staf pun kami telah mempersiapkan diri menghadapi high season," ujar Sayan Gulino, CEO Waterbom Bali.

Penerapan manajemen kapasitas secara ketat juga dijalankan untuk memastikan kenyamanan wisatawan selama berada di area rekreasi. Langkah disiplin ini diambil agar ketersediaan fasilitas umum dan durasi antrean pengunjung tetap terjaga sesuai standar operational prosedur.

"Dengan manajemen kapasitas yang baik, pengunjung tidak perlu mengantre terlalu lama, ketersediaan loker tetap memadai, serta kebersihan toilet dan fasilitas umum tetap terjaga. Karena itu, dalam menghadapi high season kami akan tetap disiplin menjaga kapasitas kunjungan sesuai standar yang telah ditetapkan," katanya Sayan Gulino.

Artikel terkait

Rekomendasi