Sektor pariwisata ramah muslim kini tengah dikembangkan secara serius oleh Rusia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi untuk memikat lebih banyak kunjungan wisatawan internasional dari berbagai negara.
Seperti diberitakan oleh Medcom, komitmen penguatan ekosistem tersebut akan ditunjukkan dalam ajang Let’s Travel International Tourism Forum. Pameran pariwisata internasional ini dijadwalkan berlangsung di Moskow pada 10-14 Juni 2026 mendatang.
Director of the Let’s Travel International Tourism Forum, Vladimir Zatynayko, membenarkan bahwa industri rekreasi ramah muslim saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat di skala global.
Vladimir Zatynayko menjelaskan bahwa status Rusia sebagai negara multinasional dan multiagama membuat pihak penyelenggara berkomitmen memberikan penghormatan terhadap setiap keyakinan. Fasilitas penunjang disiapkan agar pelancong dapat menemukan kebutuhan yang sesuai.
"Karena negara kami multinasional dan multiagama, kami akan memperlakukan setiap agama dengan hormat, setiap pelancong dapat menemukan apa pun yang mereka butuhkan di stan ini," kata Vladimir Zatynayko di sela-sela SPIEF 2026, Sabtu, 6 Juni 2026.Pengembangan ini menjadi sarana penting bagi Rusia untuk memperlebar pangsa pasar pelancong asing. Industri tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mengekspos kekayaan budaya serta keberagaman wilayah yang dimiliki negara berjuluk Beruang Merah tersebut.
Potensi ekonomi dari sektor ini tercatat sangat besar secara global. Industri makanan, minuman, dan akomodasi ramah muslim tidak lagi menjadi komoditas sekunder, melainkan beralih menjadi salah satu sektor yang paling menjanjikan.
Berdasarkan data dari Future Market Insight Inc., sektor pariwisata halal global telah menyentuh nilai sebesar USD320,3 miliar pada tahun 2026. Angka tersebut diproyeksikan akan terus melesat hingga mencapai USD579,0 billion pada tahun 2036 dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) sebesar 6,1 persen.