Kementerian Pariwisata mengintegrasikan sektor olahraga dan pariwisata melalui dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kejuaraan renang perairan terbuka tingkat Asia di Pantai Hotel Intercontinental Bali Resort, Jimbaran, Bali, pada 13 hingga 15 Juni 2026.
Sektor penata kebijakan pariwisata nasional membidik peningkatan ekonomi masyarakat lokal serta perpanjangan durasi kunjungan para pelancong lintas negara lewat ajang olahraga internasional ini.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa potensi wisata olahraga global diproyeksikan melonjak hingga 17,5 persen menjelang tahun 2030, yang menjadikannya pasar strategis bagi Indonesia.
"Penyelenggaran event sports tourism tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi saran efektif untuk memperkuat promosi destinasi Indonesia di pasar global," jelas Widiyanti Putri Wardhana.
Widiyanti menilai kedatangan para pelaku olahraga dunia ke wilayah Jimbaran akan membawa dampak berantai langsung pada ekosistem usaha di sekitar lokasi acara.
"Sports tourism menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar bagi Indonesia," papar Widiyanti Putri Wardhana.
Pemerintah berharap pergerakan wisatawan mancanegara dan domestik ini dapat menstimulus roda ekonomi sektor penunjang pariwisata daerah dalam jangka panjang.
"Dampaknya tidak hanya mendorong pergerakan wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal," lanjut Widiyanti Putri Wardhana.
Kombinasi antara kompetisi fisik dan fasilitas pemulihan kebugaran pasca-lomba dinilai menjadi daya tarik baru yang berkualitas tinggi bagi para peserta.
"Mari bersama-sama kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia mampu menghadirkan event internasional yang berkualitas dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta dan wisatawan," tutup Widiyanti Putri Wardhana.
Kementerian Pariwisata juga membuka peluang kolaborasi lebih luas untuk mempromosikan berbagai destinasi pesisir lain di tanah air yang potensial untuk olahraga air.
"We are on principle very supportive and pleased to be able to collaborate to promote Indonesian destinations, not only Bali but also various other destinations in the country," kata Widiyanti Putri Wardhana seperti dilansir dari mediaindonesia.com.
Kebutuhan akomodasi serta relaksasi bagi pelancong pasca-kompetisi di kawasan bahari menjadi perhatian khusus dari pihak kementerian sebagai peluang investasi industri kebugaran.
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Kegiatan Kementerian Pariwisata, Hafidz Agung Rifai menyatakan kawasan pesisir Indonesia memiliki modal besar untuk pengembangan konsep wisata kesehatan.
"Kita sama-sama tahu potensinya sangat luar biasa untuk menyelenggarakan sporturism. Khususnya di bidang merit seperti ini," kata Hafidz Agung Rifai.
Fasilitas penunjang pasca-olahraga diyakini akan mendatangkan keuntungan finansial berkelanjutan bagi ekosistem pariwisata daerah.
"Sejalan dengan wellness juga kita qPCR percaya bahwa mereka yang habis melakukan olahraga itu pasti akan membutuhkan wellness," papar Hafidz Agung Rifai.
Sementara itu, pihak panitia penyelenggara dari Pengurus Besar Akuatik Indonesia mematangkan persiapan teknis bagi para perenang yang akan berlaga.
Ketua Panitia kejuaraan, Kiki Taher mengonfirmasi kejuaraan bertajuk 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A STREAM OWS Series Bali 2026 ini diikuti oleh 76 atlet elite dari 17 negara Asia.
"Salah satunya ada Izzy Dwifaiva Hefrisyanthi yang baru selesai pemusatan latihan di Prancis selama setahun dan baru kembali ke Indonesia. Jadi mudah-mudahan bisa menghasilkan prestasi yang baik di kejuaraan Asia nanti," kata Kiki Taher saat ditemui seusai konferensi pers di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Kiki menjabarkan kekuatan besar olahraga akuatik dunia seperti China dan Korea Selatan dipastikan hadir, disusul rival kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, dan Vietnam.
"Jumlah peserta atlet elite sebanyak total 76 orang dari 17 negara dan mereka dikirim oleh federasi akuatik nasional masing-masing," ujar Kiki Taher.
Selain kategori elite, panitia menggelar kategori masyarakat umum bertajuk A STREAM OWS Series Bali 2026 untuk mengampanyekan olahraga renang perairan terbuka secara luas.
"A•STREAM bukan sekadar sebuah event. Ini adalah semangat kami untuk memperkenalkan keindahan alam Indonesia, khususnya pantai dan laut, melalui pengalaman berenang di perairan terbuka," kata Kiki Taher di Kementerian Pariwisata.
Kehadiran seluruh delegasi, ofisial, pendamping, dan wisatawan di Pantai Jimbaran selama tiga hari pelaksanaan diprediksi mampu menembus angka seribu orang.
"Kami merasa bangga karena Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan renang perairan terbuka tingkat Asia. Ini menjadi pengalaman berbeda bagi peserta A•STREAM karena dapat merasakan langsung atmosfer kompetisi internasional," ujarnya.
Pengembangan kawasan wisata olahraga bahari selanjutnya oleh PB Akuatik Indonesia ditargetkan menyasar wilayah Belitung karena keunggulan perairannya yang tenang.
"Kami meyakini A•STREAM dapat menjadi jembatan antara olahraga dan pariwisata. Dengan dukungan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi ekonomi daerah sekaligus memperkuat identitas Indonesia sebagai negara maritim," katanya.
Dukungan atas kepercayaan internasional ini juga ditegaskan oleh pimpinan tertinggi organisasi akuatik nasional.
Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyebutkan kesuksesan gelaran serupa di tingkat Asia Tenggara sebelumnya menjadi modal penting bagi Indonesia.
“Kami bangga mendapat kehormatan dipercaya Asia Aquatics menjadi tuan rumah ajang OWS terbesar di Asia. Sebelumnya kami juga sukses menggelar ajang OWS di tingkat Asia Tenggara di Bali juga,” ujar Anindya Novyan Bakrie.
Pihak internal organisasi menambahkan bahwa signifikansi kejuaraan global ini melampaui aspek kompetisi, yakni menjadi panggung pengenalan kebudayaan nusantara.
"PB Akuatik Indonesia menyambut dengan penuh kebanggaan kesempatan menjadi tuan rumah 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026. Kejuaraan ini bukan hanya tentang kompetisi olahraga, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat kepada dunia internasional melalui olahraga," kata Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo.
Respons positif turut disuarakan oleh komunitas atlet renang perairan terbuka nasional yang melihat ajang ini sebagai sinyal kebangkitan kompetisi domestik.
Atlet nasional open water swimming, Aflah Fadlan Prawira berharap program promosi pariwisata berbasis olahraga air ini dapat diduplikasi secara merata ke wilayah pesisir Indonesia lainnya.
"Yang pasti senang karena tentunya ini sangat bagus selain dari segi kompetisi OWS, juga bagus banget buat promosi pariwisata Indonesia. Semoga tidak hanya di Bali, tapi juga Lampung, Belitung, Lombok, kemudian bergeser ke wilayah Timur juga masih banyak pantai yang bagus," ucap Aflah Fadlan Prawira.