Pereli tim DMO Pertamax Turbo Fin+, Aldio Oekon, berhasil meraih podium kedua dalam kelas bergengsi RC2 pada seri pembuka Kejurnas Rally 2026 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat-Sabtu (8-9/5/2026). Dilansir dari Otomotif, keberhasilan ini diraih Aldio bersama co-driver Respati Adhi dengan memacu mobil Hyundai i20 N Rally2.
Hasil positif tersebut menempatkan Aldio di posisi teratas persaingan di tengah kehadiran delapan mobil spesifikasi dunia berkategori Rally2. Persaingan ketat terjadi sepanjang balapan karena setiap tim pabrikan menurunkan kendaraan dengan spesifikasi teknis tinggi.
"Alhamdulillah podium kedua di seri pembuka. Jujur ini hasil yang kita syukuri banget karena RC2 tahun ini isinya 8 mobil berkategori Rally2. Semua tim pabrikan turun dengan mobil spek dunia. Bisa podium di tengah persaingan segila ini bukti kerja keras seluruh tim DMO Pertamax Turbo Fin+. Dari mekanik, engineer, sampai support Pertamax Turbo yang bikin i20 N Rally2 kita reliable 2 hari. Ini modal bagus untuk putaran ke 2 yang akan diadakan hari Minggu 10 Mei 2026 di lokasi yang sama," ujar Aldio Oekon, Pereli DMO Pertamax Turbo Fin+.
Sepanjang lintasan, jarak waktu antarpeserta tercatat sangat tipis, bahkan selisih perolehan angka di setiap Special Stage (SS) hanya terpaut sepersekian detik. Aldio menekankan pentingnya konsentrasi tinggi untuk menghadapi karakter lintasan Borneo yang didominasi jalur kerikil berkecepatan tinggi.
"Ini salah satu rally paling ketat yang pernah saya ikuti. Gap di setiap stage cuma nol koma sekian detik. Sehingga dengan ketatnya waktu tersebut, kita tidak boleh melakukan kesalahan. Lengah dikit langsung melorot 3 posisi. Track Borneo juga baru buat semua orang. Karakternya full gravel, high speed, tapi banyak jebakan. Jadi kunci di recce atau survei, dan pace note harus benar-benar presisi. Salut buat penyelenggara AHSRT, Gazpoll, HRT yang bikin SS menantang tapi aman," kata Aldio Oekon, Pereli DMO Pertamax Turbo Fin+.
Pereli yang didukung Rocket Racing Bali ini juga menerapkan strategi manajemen teknis dengan tidak memaksakan performa mesin sejak awal lomba. Ia memilih untuk membangun ritme secara bertahap demi menjaga kondisi ban dan mesin kendaraan tetap optimal hingga akhir balapan.
"Strategi kita dari awal to finish first, first you must finish. SS1-SS3 kita nggak langsung all-out. Cari ritme dulu, baca grip, sambil jaga ban dan mesin. Masuk SS4-SS5 baru kita push karena udah dapet feeling mobil. SS6-S57 itu penentuan. Banyak yang kena trouble karena terlalu maksain di awal. Kita konsisten, nggak bikin kesalahan, dan akhirnya bisa naik ke peringkat kedua. Tim juga kerja cepat pas service 45 menit. Itu kunci," ujar Aldio Oekon, Pereli DMO Pertamax Turbo Fin+.
Kemenangan podium ini tidak diikuti oleh rekan setimnya, Donny M, yang berpasangan dengan Pramu Rahardjo di Kelas M.1. Donny terpaksa mengakhiri balapan lebih awal akibat kendala teknis pada kendaraannya, namun tetap menargetkan penebusan poin pada putaran kedua.