Persaingan sengit terjadi di lintasan balap dalam sesi Sprint Race MotoGP Catalunya 2026. Seperti dikuti dari Otomotif, Alex Marquez sukses mengamankan podium pertama setelah menyentuh garis finis lebih cepat dari Pedro Acosta pada Sabtu (17/5/2026).
Kemenangan tipis diraih oleh Alex Marquez dengan keunggulan waktu yang hanya berjarak 0,041 detik dari rivalnya. Selisih tersebut tercatat sebagai rekor jarak finis paling rapat sepanjang sejarah penyelenggaraan Sprint Race sejak pertama kali bergulir pada musim 2023.
Perebutan posisi terdepan sudah memanas sejak awal balapan dimulai. Pedro Acosta yang menempati posisi start pertama sempat memimpin jalannya lomba sebelum akhirnya dilewati oleh Alex Marquez ketika memasuki putaran keempat.
Pebalap andalan KTM tersebut sempat kehilangan momentum dan merosot ke urutan ketiga setelah dilewati oleh Raul Fernandez. Kendati demikian, Pedro Acosta berhasil bangkit kembali saat balapan menyisakan beberapa putaran terakhir.
Setelah berhasil merebut kembali posisi kedua, Pedro Acosta langsung memangkas jarak untuk menempel ketat Alex Marquez hingga putaran final. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan di sisa balapan, namun posisi terdepan tetap berhasil dipertahankan hingga bendera finis dikibarkan.
Meski harus puas berada di tempat kedua dengan selisih waktu yang sangat krusial, Pedro Acosta menyatakan dirinya tidak terlalu kecewa. Pebalap tersebut merasa hanya kekurangan waktu untuk bisa membalikkan keadaan.
"Sejujurnya saya hanya kurang satu lap lagi. Saat tiba di Tikungan 10 biasanya saya bisa menyalip di sana, seperti saat melewati Raul, tapi kali ini jaraknya masih terlalu jauh," ujar Acosta dikutip Crash.net, Minggu (17/5/2026).
Strategi Bertahan Alex Marquez
Di sisi lain, Alex Marquez mengaku situasi dirinya tetap tenang walau terus dibayangi oleh rivalnya hingga tikungan pamungkas. Pebalap dari tim Gresini Ducati ini memilih fokus untuk mempertahankan jalur balapnya dan menutup celah bagi lawan.
"Saya memang mendengar ada motor sangat dekat di belakang dalam dua lap terakhir," kata Alex Marquez.
"Pada lap terakhir saya hanya berpikir untuk mengerem sedalam mungkin dan menutup pintu di titik-titik yang mudah dipakai menyalip, termasuk tikungan terakhir," ujarnya.
Menurut penilaian Alex Marquez, melakukan manuver menyalip di tikungan terakhir sekarang menjadi jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan era balapan terdini. Desain motor modern yang dilengkapi perangkat aerodinamika canggih memungkinkan pebalap melakukan pengereman keras tanpa mengorbankan stabilitas kendaraan.
Kondisi teknis tersebut membuatnya tidak terlalu risau dengan potensi aksi agresif dari Pedro Acosta di tikungan penutup. Situasi ini dinilai berbeda dengan momen rivalitas legendaris antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang terjadi di Barcelona pada tahun 2009 silam.
Walaupun keluar sebagai pemenang dalam sesi Sprint Race ini, Alex Marquez merasa performanya belum maksimal untuk menghadapi balapan utama. Pebalap asal Spanyol ini mengungkapkan bahwa dirinya masih menghadapi kendala teknis pada sektor depan sepeda motor Ducati GP26 miliknya.