PT Ilectra Motor Group selaku produsen motor listrik Alva mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya secara agresif di Jakarta pada Senin (18/5/2026). Langkah ini diambil untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat terkait jarak tempuh dan keterbatasan fasilitas pengisian daya.
Edukasi pasar di Indonesia dinilai membutuhkan waktu yang panjang oleh produsen. Namun, penyediaan jaringan pengisian daya yang memadai menjadi kunci utama untuk memberikan rasa tenang kepada konsumen seiring meningkatnya animo masyarakat, sebagaimana dilansir dari Otomotif.
"Hal yang berhubungan dengan range anxiety atau charge anxiety ini bisa di-address dengan adanya charging station yang kita bangun. Dan inilah yang intinya kita ingin, Alva bisa sebagai transportasi utama daripada pengguna kami," ujar Purbaya Yudha, Chief Executive Officer Alva.
Penambahan titik pengisian daya dilakukan secara bertahap oleh perusahaan demi mencapai target yang ditentukan. Berdasarkan catatan internal, pertumbuhan infrastruktur pengisian daya Alva mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.
"Tahun lalu itu sudah sekitar 180 connector. Sekarang ini sudah mencapai sekitar 250-an connector, dan jumlah lokasi itu sudah triple digit. Kita berharap (tahun ini) paling sedikit double, dekat-dekat ke 400 connector," kata Purbaya Yudha, Chief Executive Officer Alva.
Aplikasi MyAlva kini dapat digunakan oleh para pengemudi untuk memantau sekitar 930 lokasi pengisian daya yang siap beroperasi. Platform digital tersebut juga mampu mendeteksi status ketersediaan slot pengisian daya secara langsung.
Fasilitas pengisian daya di ekosistem stasiun pengisian resmi Alva saat ini masih dapat diakses secara gratis tanpa dipungut biaya sebagai stimulus bagi konsumen. Saat ini, wilayah Jawa dan Bali masih mendominasi penyerapan ekosistem Alva, meskipun potensi besar juga terlihat di kota-kota luar Jawa seperti Medan, Makassar, hingga Kalimantan.