Argentina Bantah Ushuaia Jadi Titik Nol Penularan Virus Hanta

Argentina Bantah Ushuaia Jadi Titik Nol Penularan Virus Hanta

Otoritas kesehatan Provinsi Tierra del Fuego mengklarifikasi tudingan yang menyebut Kota Ushuaia, Argentina, sebagai titik nol penyebaran virus Hanta pada kapal pesiar MV Hondius, Kamis (14/5/2026). Tuduhan ini muncul setelah seluruh penumpang kapal dievakuasi di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, akibat merebaknya virus di tengah pelayaran yang dimulai sejak 1 April lalu.

Klarifikasi tersebut dilakukan guna merespons laporan dugaan infeksi yang dialami penumpang kapal saat singgah di gerbang menuju Antartika tersebut. Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, wilayah Ushuaia yang dikelilingi Laut Beagle dan Taman Nasional Tierra del Fuego diklaim otoritas setempat memiliki catatan kesehatan yang bersih dari virus tersebut.

Direktur Jenderal Epidemiologi dan Kesehatan Lingkungan setempat, Juan Facundo Petrina, memberikan penegasan bahwa secara historis wilayahnya tidak pernah mendeteksi keberadaan virus Hanta di kalangan penduduk maupun ekosistem lokal.

"Dalam sejarah Tierra del Fuego, kami tidak pernah memiliki catatan kasus virus hanta," kata Petrina dalam keterangannya seperti dikutip dari BBC, Kamis (14/5/2026).

Petrina menjelaskan bahwa sistem pelaporan penyakit wajib di wilayahnya sudah berjalan sejak 1996 tanpa satu pun temuan kasus. Kondisi geografis sebagai pulau yang terpisah dari daratan utama oleh Selat Magellan menjadi pelindung alami dari persebaran hewan pembawa virus.

"Kami tidak memiliki subspesies tikus ekor panjang (pembawa virus). Kondisi iklim di sini, baik kelembapan maupun suhu, sangat berbeda dengan Patagonia utara. Selain itu, kami adalah pulau, tikus harus menyeberangi Selat Magellan untuk menginfeksi spesies lokal dan itu hambatan besar," ujar Petrina.

Pemerintah Argentina tetap merespons situasi ini dengan menerjunkan tim ahli guna melakukan investigasi mendalam di area pinggiran kota. Fokus pemeriksaan menyasar lokasi pembuangan sampah yang kerap menjadi tempat pengamatan burung sekaligus habitat tikus liar karena kekhawatiran akan adanya perubahan ekosistem.

Eduardo Lopez, Epidemiolog dari Rumah Sakit Anak Ricardo Gutierrez Buenos Aires, menyoroti pergeseran habitat hewan pengerat yang perlu diantisipasi melalui studi lebih lanjut.

"Kasus ini butuh studi lebih lanjut. Tikus kerdil ekor panjang yang habitat aslinya di Andes kini mulai ditemukan di wilayah lain," ujar Lopez.

Sektor pariwisata menjadi alasan utama keseriusan pemerintah dalam menangani isu ini mengingat hampir seluruh pelayaran menuju Antartika bersandar di Ushuaia. Perwakilan Institut Pariwisata Fuegian, Juan Manuel Pavlov, menegaskan pentingnya menjaga reputasi kesehatan pelabuhan demi kelangsungan ekonomi provinsi.

"Industri kapal pesiar adalah fondasi ekonomi provinsi kami. Kami tidak ingin isu ini menutupi upaya kami dalam memprioritaskan kesehatan," kata Pavlov.

Situasi di pelabuhan dan titik wisata utama seperti Jalur Kereta End of the World dilaporkan masih berjalan kondusif. Para wisatawan mancanegara terpantau tetap melanjutkan aktivitas mereka meski mendengar kabar mengenai dugaan virus tersebut.

"Kami baru tahu kabar ini sehari sebelum terbang. Tapi karena belum ada kasus terkonfirmasi di sini, kami datang dengan tenang sambil tetap menjaga protokol keamanan," kata wisatawan asal Venezuela, David Bomparp.

Wisatawan lainnya juga mengonfirmasi bahwa suasana di Ushuaia tetap stabil dan tidak menunjukkan tanda-tanda kepanikan masal.

"Kota ini cukup tenang, semua tur berjalan normal sesuai rencana kami," ujar wisatawan asal Kosta Rika, Jordan Bermudez.

Hingga saat ini, tim medis sedang menelusuri riwayat perjalanan pasangan asal Belanda yang diduga menjadi sumber pertama penularan. Investigasi sementara mengarah pada kemungkinan infeksi terjadi saat mereka berada di kawasan pegunungan Patagonia utara, beberapa minggu sebelum keberangkatan kapal pesiar.

Artikel terkait

Rekomendasi