Gelar juara Liga Inggris musim 2025-2026 resmi menjadi milik Arsenal. Kepastian ini didapat setelah Manchester City tertahan di markas Bournemouth dengan skor imbang 1-1, seperti diberitakan oleh Bola.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Vitality pada Rabu dini hari WIB tersebut membuat Manchester City gagal meraih poin penuh. Hasil ini memupus ambisi skuad asuhan Pep Guardiola untuk mempertahankan tekanan hingga pekan terakhir.
Tuan rumah Bournemouth mengejutkan tim tamu melalui gol yang dicetak oleh Eli Junior Kroupi pada menit ke-39. Manchester City baru bisa menyamakan kedudukan lewat Erling Haaland saat laga memasuki masa injury time, tepatnya menit ke-90+5.
Skor imbang tersebut membuat Manchester City kini mengoleksi 78 poin. Dengan satu laga tersisa, perolehan angka mereka tidak mungkin lagi mengejar Arsenal yang sudah mengemas 82 poin di puncak klasemen.
Keberhasilan Arsenal mengunci takhta juara tidak lepas dari strategi manajer Bournemouth, Andoni Iraola. Menariknya, Iraola memiliki hubungan kedekatan masa kecil dengan juru taktik Arsenal, Mikel Arteta.
Keduanya tumbuh besar di provinsi Guipuzcoa, Spanyol, sebuah wilayah yang dikenal melahirkan pelatih-pelatih top dunia. Selain Arteta dan Iraola, nama-nama seperti Unai Emery, Julen Lopetegui, dan Xabi Alonso juga berasal dari ekosistem sepak bola yang sama.
Saat masih anak-anak, Arteta dan Iraola bahkan pernah bermain di tim yang sama, yaitu Antiguoko. Klub amatir tersebut juga menjadi tempat berkembang bagi Xabi Alonso semasa muda.
Kisah Masa Lalu dan Saling Lempar Pujian
Mikel Arteta pernah memberikan penilaian tersendiri mengenai kemampuan Andoni Iraola semasa mereka masih aktif bermain.
“Saya rasa dia lebih unggul secara teknis daripada yang lain," kata Arteta sahabat masa kecilnya, Andoni Iraola, dalam sebuah wawancara tahun 2023.
"Dulu dia bermain sebagai pemain sayap saat masih muda, dan kemudian saat kariernya sedikit lebih matang, dia bermain sebagai bek sayap."
"Dia adalah bek sayap yang luar biasa, bek sayap terbalik, dan akan menjadi impian bagi manajer mana pun untuk memiliki pemain seperti dia. Saya berkesempatan bermain bersamanya," kata Arteta.
Setelah bertahun-tahun berlalu sejak bermain di lapangan berkerikil Berio, takdir mempertemukan mereka kembali di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Kali ini, Iraola secara tidak langsung membantu sang sahabat melapangkan jalan menuju podium juara.
Iraola kini berseloroh mengenai kemungkinan mendapatkan apresiasi atau hadiah dari kompatriotnya tersebut atas hasil pertandingan ini.
“Akan menyenangkan sekali. Setidaknya sesuatu!" ujar Iraola kala ditanya apakah dirinya menantikan hadiah dari Mikel Arteta.
"Saya belum mengecek ponsel saya, seharusnya ada setidaknya satu pesan singkat atau semacamnya," tuturnya menjelaskan, dilansir dari Sky Sports.
Meskipun demikian, Iraola menegaskan bahwa keberhasilan Arsenal menjadi juara merupakan buah dari konsistensi anak asuh Arteta sendiri di sepanjang musim.
“Tetapi itu bukan karena pertandingan ini. Mereka mungkin memang akan pergi dan menyelesaikannya sendiri," ujar Iraola.
“Saya senang untuknya karena dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa di sana. Dalam beberapa musim terakhir mereka sangat konsisten,” kata Iraola menambahkan.