Arsenal resmi mengunci gelar juara Liga Inggris 2025/2026 pada Rabu, 20 Mei 2026 dini hari WIB setelah pesaing terdekatnya, Manchester City, bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth. Hasil pada pekan ke-37 di Stadion Vitality tersebut membuat selisih poin Arsenal tidak mungkin lagi terkejar di sisa satu pertandingan.
Klub berjuluk Meriam London tersebut kini memuncaki klasemen dengan raihan 82 poin, sementara Manchester City tertahan di posisi kedua dengan 78 poin. Kepastian ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Arsenal selama 22 tahun untuk kembali merengkuh trofi kasta tertinggi sepak bola Inggris sejak musim 2003/2004 silam.
Dalam pertandingan di markas Bournemouth, gawang Manchester City kebobolan lebih dulu pada menit ke-38 lewat gol Eli Junior Kroupi yang memanfaatkan umpan Adrien Truffert dalam skema serangan balik. Manchester City dominan menyerang namun baru bisa menyamakan skor pada masa injury time menit ke-90+5 melalui aksi Erling Haaland.
Keberhasilan ini menjadi pembuktian bagi manajer Mikel Arteta yang sempat membawa Arsenal menjadi runner-up tiga musim berturut-turut sejak 2023 hingga 2025. Gelar juara domestik ini juga membuka peluang Arsenal untuk meraih status double winner karena mereka dijadwalkan menghadapi Paris Saint-Germain di babak final Liga Champions pada 30 Mei mendatang.
Mantan bek Manchester United, Gary Neville, sempat menyoroti kesabaran manajemen klub terhadap proses panjang yang dilalui sang manajer asal Spanyol tersebut sejak ditunjuk pada tahun 2019.
"Kami mengira masa-masa di mana seseorang bisa mendapatkan kesabaran semacam itu sudah berlalu," kata Gary Neville di Sky Sports.
Pihak manajemen tetap memberikan dukungan penuh, terutama dalam investasi bursa transfer, meskipun Arteta sempat melewati musim-musim tanpa gelar bergengsi. Masa-masa sulit juga dialami ketika situasi klub sempat memburuk akibat hantaman pandemi Covid-19 di awal kepemimpinannya.
“Gambar itu, suasana stadion, penonton (dengan) 50 persen stadion kosong benar-benar membekas dalam benak saya,” kenang Mikel Arteta mengenai atmosfer sebelum ia menjabat.
Sikap apatis penonton sempat kembali muncul musim ini ketika Arsenal kalah dari Bournemouth di Stadion Emirates pada 11 April. Namun, dukungan suporter perlahan pulih secara masif dalam laga-laga krusial berikutnya melawan Fulham dan Atletico Madrid.
“Iya, tidak ada proyek. Ini tidak akan berhasil.” sebut Mikel Arteta saat melihat kondisi awal klub.
Perubahan atmosfer dan dukungan dari para suporter di stadion diakui memberikan tambahan energi yang sangat besar bagi skuad Meriam London. Proses transformasi dari masa keterpurukan menuju tangga juara diakui memakan waktu yang cukup panjang.
“Sayangnya, situasinya memburuk dengan sangat cepat karena kemudian Covid melanda dan alih-alih 50%, kami malah tidak memiliki penonton sama sekali. Jadi, itu membuat pekerjaan semakin sulit. Setelah itu, kami harus membangun kembali semuanya.” jelas Mikel Arteta mengenai tantangan yang dihadapinya.
Legenda klub, Thierry Henry, juga sempat thừa nhận bahwa dirinya sempat meragukan arah proyek jangka panjang yang sedang dibangun oleh manajemen bersama tim pelatih.
"Ikan, saya akan jujur, pada satu titik saya mempertanyakan semua pembicaraan tentang 'Percayalah pada proses' ini. Saya ingin tahu, 'Ke mana kita akan pergi?'" kata Thierry Henry di Sky.
Kritik tajam juga sempat datang dari kubu lawan terkait taktik pragmatis yang diterapkan oleh Arsenal pada beberapa pertandingan musim ini. Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, mengecam strategi membuang waktu yang dilakukan tim asuhan Arteta saat kedua tim bertemu di Amex Stadium pada bulan Maret.
"Ketika awalnya terasa lebih sulit, maka akan lebih menyenangkan melihat transformasi dan kegembiraan di antara para pendukung. Itu adalah sesuatu yang indah untuk disaksikan." tutur Mikel Arteta sebelum laga kontra Burnley.
Gaya bermain Arsenal dinilai kerap memotong durasi bersih jalannya pertandingan demi mengamankan kemenangan. Wasit dan pihak otoritas liga diharapkan bisa bersikap lebih tegas dalam mengatur batasan taktik tersebut di masa depan.
"I am tidak akan pernah menjadi manajer yang mencoba menang dengan cara seperti itu," tegas Fabian Hurzeler.
Selain persaingan gelar juara, pekan ke-37 juga menggelar pertandingan Derbi London antara Chelsea melawan Tottenham Hotspur di Stamford Bridge yang berakhir dengan skor 2-1. Gol kemenangan Chelsea dicetak oleh Enzo Fernandez dan Andrey Santos, sementara Tottenham hanya mampu membalas lewat Richarlison.
"Tentu saja, setiap tim akan mengatur dan membuang-buang waktu, tetapi harus ada batasnya dan batas itu harus ditetapkan oleh Liga Premier dan wasit. Saat ini, Arsenal hanya melakukan apa yang mereka inginkan," tambah Fabian Hurzeler.
Hasil tersebut membawa Chelsea naik ke peringkat ke-8 klasemen sementara Liga Inggris dengan mengumpulkan 52 poin. Sementara itu, Tottenham Hotspur masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen dengan torehan 38 poin.
"Ke mana ini akan berlanjut di masa depan? Itulah pertanyaanku. Dalam satu pertandingan kamu bermain 60 menit bersih, lalu kamu bermain melawan Arsenal dan hanya 50 menit. Selisih 10 menit dan inilah yang dibayar oleh para pendukung," ujar Fabian Hurzeler.
Berikut adalah hasil lengkap pertandingan pekan ke-37 Liga Inggris 2025/2026:
| Pertandingan | Skor |
|---|---|
| Aston Villa vs Liverpool | 4-2 |
| Man United vs Nottingham | 3-2 |
| Brentford vs Palace | 2-2 |
| Leeds vs Brighton | 1-0 |
| Wolves vs Fulham | 1-1 |
| Everton vs Sunderland | 1-3 |
| Newcastle vs West Ham | 3-1 |
| Arsenal vs Burnley | 1-0 |
| Bournemouth vs Man City | 1-1 |
| Chelsea vs Tottenham | 2-1 |
"Jika saya bertanya kepada semua orang di ruangan ini, 'Apakah Anda benar-benar menikmati pertandingan sepak bola ini?' Saya yakin jika mungkin ada satu orang yang mengangkat tangannya, itu karena dia adalah penggemar berat" kata Fabian Hurzeler mengakhiri konferensi persnya.