Asiana Airlines Bersiap Melebur Sepenuhnya ke Korean Air Akhir 2026

Asiana Airlines Bersiap Melebur Sepenuhnya ke Korean Air Akhir 2026

Asiana Airlines bersiap mengakhiri operasionalnya di industri penerbangan Korea Selatan setelah berkiprah selama lebih dari tiga dekade. Maskapai ini dijadwalkan melebur sepenuhnya ke dalam Korean Air pada 17 Desember 2026.

Proses integrasi ini merupakan kelanjutan dari rencana akuisisi yang telah diumumkan sejak tahun 2020 lalu. Seperti dikutip dari Detik Travel, semua aset, kewajiban, hak, tanggung jawab, hingga personel Asiana Airlines akan diserap oleh Korean Air berdasarkan kesepakatan kontrak.

Langkah standarisasi armada dan sistem keselamatan penerbangan di Asiana Airlines akan dimulai pada Juni mendatang. Upaya ini dilakukan guna menyelaraskan protokol operasional serta manajemen keselamatan demi memenuhi sertifikat operator udara Korean Air melalui pengajuan ke regulator penerbangan luar negeri.

Guna menyokong ekspansi ini, sejumlah investasi telah disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Rencana tersebut mencakup pembaruan fasilitas ruang tunggu, penyegaran menu katering, hingga pemindahan terminal operasional.

Penyelarasan juga menyasar pada program pelatihan kru pesawat dari kedua perusahaan. Seluruh awak kabin nantinya akan menjalani pelatihan bersama di pusat fasilitas staf terpadu yang telah diperbarui agar mampu menampung personel dalam skala besar.

Selain itu, sebuah fasilitas perawatan mesin pesawat yang baru bakal dibangun di kawasan dekat Bandara Internasional Incheon. Restrukturisasi rute penerbangan yang tumpang tindih juga akan dilakukan oleh manajemen.

Langkah efisiensi ini mencakup penggabungan tiga anak perusahaan berbiaya rendah, yakni Jin Air, Air Busan, dan Air Seoul. Ketiganya akan disatukan untuk beroperasi di bawah satu bendera merek Jin Air yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027.

Mengenai program loyalitas, Korean Air berkomitmen untuk mempertahankan poin mileage milik pelanggan Asiana Airlines. Poin tersebut dinyatakan tetap berlaku hingga sepuluh tahun setelah proses penggabungan resmi selesai, sementara rincian mekanisme integrasi program akan diumumkan menyusul.

"Merger dimulai pada puncak pandemi Covid-19 dengan membentuk kembali lanskap penerbangan Korea, menciptakan peluang besar bagi industri perjalanan Korea," kata Bo Young Song, wakil presiden senior divisi bisnis penumpang Korean Air di WiT Seoul pada 2024.

Asiana Airlines pertama kali didirikan pada 17 Februari 1988 oleh Kumho Asiana Group dengan nama awal Seoul Air International. Selama 38 tahun beroperasi, maskapai yang berbasis di Seoul ini sukses berkembang menjadi maskapai terbesar kedua di Korea Selatan yang dikenal lewat reputasi layanannya di tingkat global.

Dalam sejarah operasionalnya, Asiana Airlines berhasil menorehkan sejumlah pencapaian penting di industri penerbangan internasional.

Pertama, maskapai ini sukses mempertahankan predikat sebagai maskapai bintang lima dari lembaga pemeringkat Skytrax. Penghargaan ini diraih berkat kebersihan ruang kabin, kenyamanan fasilitas kursi, serta aspek keramahan dari para staf pelayanan.

Kedua, Asiana Airlines pernah dianugerahi gelar prestisius sebagai Airline of the Year oleh Air Transport World (ATW) pada tahun 2009. Ketiga, ekspansi jaringan global maskapai ini diperkuat setelah resmi bergabung menjadi anggota aliansi penerbangan dunia, Star Alliance.

Artikel terkait

Rekomendasi