PT Asuransi Astra Buana mulai mengembangkan sayap bisnis ke segmen asuransi kendaraan listrik atau electric vehicle secara bertahap di Jakarta pada Rabu (3/6/2026). Langkah ekspansi ini diambil oleh perusahaan seiring dengan meningkatnya populasi kendaraan ramah lingkungan tersebut di Indonesia, sebagaimana dilansir dari Keuangan.
Penyediaan produk asuransi kendaraan listrik ini menjadi strategi diversifikasi portofolio baru bagi perusahaan. Technical and Operation Director Asuransi Astra, Mulia K. B. Siregar, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil demi memenuhi kebutuhan proteksi para nasabah saat ini.
"Di dalam culture kita itu adalah customer first dan salah satu (strategi) kita adalah menggunakan diversifikasi. Jadi kalau merangkai ini, sudah pasti bahwa kita juga akan menggarap EV," ujar Mulia K. B. Siregar, Technical and Operation Director Asuransi Astra.
Penetrasi pasar dilakukan secara hati-hati karena kendaraan listrik dinilai memiliki profil risiko yang berbeda dibandingkan dengan mobil konvensional. Berdasarkan data pengalaman perusahaan, tingkat klaim pada segmen kendaraan listrik saat ini tercatat relatif lebih tinggi daripada kendaraan internal combustion engine.
Kalkulasi risiko yang matang kini diterapkan perusahaan untuk menentukan tarif premi yang ideal guna mengimbangi potensi klaim ke depan. Terlebih, jumlah unit kendaraan listrik di pasar masih terbatas sehingga data pengalaman klaim yang dikumpulkan belum sebanyak lini otomotif konvensional.
Faktor perkembangan teknologi kendaraan listrik yang terus berjalan juga diprediksi memicu berbagai penyesuaian pengelolaan produk pada masa mendatang. Oleh karena itu, Asuransi Astra memilih pendekatan risiko yang terukur serta terus memantau dinamika pasar sebelum melakukan perluasan pasar yang lebih agresif.