Aturan Ganjil Genap Jakarta Dicabut Selama Libur Kenaikan Yesus Kristus

Aturan Ganjil Genap Jakarta Dicabut Selama Libur Kenaikan Yesus Kristus

Pemerintah secara resmi meniadakan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap di Jakarta selama periode libur panjang pertengahan Mei 2026. Kebijakan ini memberikan keleluasaan bagi pengguna mobil pribadi untuk melintas di jalur protokol tanpa terikat aturan plat nomor.

Pencabutan sementara aturan ganjil genap ini berlangsung pada 14 hingga 15 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Suara. Momen tersebut bertepatan dengan hari libur nasional serta cuti bersama dalam rangka memperingati Kenaikan Yesus Kristus.

Kondisi ini menciptakan peluang bagi warga ibu kota untuk melakukan perjalanan atau berwisata tanpa perlu khawatir terkena sanksi tilang. Durasi libur yang mencapai empat hari berturut-turut diprediksi akan dimanfaatkan masyarakat untuk keluar dari kepadatan pusat kota.

Selain informasi mengenai lalu lintas, laporan harta kekayaan pejabat negara juga menjadi sorotan. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy tercatat mengalami kenaikan harta yang cukup signifikan dalam periode satu tahun terakhir.

Berdasarkan data LHKPN KPK terbaru, total kekayaan Teddy kini menyentuh angka Rp20,1 miliar. Nilai tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar Rp4,7 miliar jika dibandingkan dengan pelaporan pada tahun sebelumnya.

Namun, terdapat fakta menarik pada komposisi asetnya di mana nilai kendaraan di dalam garasi justru mengalami penurunan ratusan juta rupiah. Seskab Teddy tampak tidak menambah koleksi kendaraan mewah dan lebih memilih mengalokasikan hartanya pada aset lain.

Pertumbuhan kekayaan sang pejabat mayoritas ditopang oleh kenaikan nilai tanah dan bangunan yang dimilikinya. Selain itu, peningkatakan saldo kas dan setara kas juga menjadi faktor utama di balik melonjaknya angka kekayaan total tersebut.

TKDN Motor Listrik dan Solusi Antar Jemput Sekolah

Di sektor industri otomotif hijau, armada pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tengah menjadi perbincangan. Sorotan utama tertuju pada tingkat komponen dalam negeri atau TKDN pada motor listrik yang digunakan sebagai unit distribusi.

Pemerintah terus berupaya memperkuat penggunaan kendaraan listrik untuk mobilitas operasional instansi negara. Penggunaan motor listrik dalam program gizi nasional ini diharapkan mampu menekan emisi sekaligus mendukung industri otomotif lokal.

Sementara itu, bagi kalangan orang tua milenial, pemilihan kendaraan untuk menunjang rutinitas pagi menjadi hal krusial. Motor matic tetap menjadi primadona sebagai solusi praktis untuk mengantar jemput dua anak sekolah sekaligus di tengah kemacetan jalanan kota.

Terdapat berbagai rekomendasi motor matic, mulai dari kelas ekonomis hingga model mewah, yang dinilai mumpuni untuk kebutuhan tersebut. Fleksibilitas motor dalam menembus kepadatan jalan menjadikannya pilihan yang lebih efisien dibandingkan menggunakan mobil pribadi.

Artikel terkait

Rekomendasi