Vendor asal China, Aulton, mengumumkan rencana investasi infrastruktur kendaraan listrik berupa pembangunan minimal 10 stasiun swap baterai di wilayah Jakarta pada tahun ini. Langkah ini menandai ekspansi penyedia teknologi pengisian daya cepat tersebut ke pasar otomotif Indonesia.
Rencana ekspansi ini melibatkan penerapan teknologi terbaru untuk mendukung ekosistem mobil listrik di ibu kota. Seperti dilansir dari Detik Oto, Aulton memastikan kesiapannya untuk memulai operasional di Indonesia tahun ini.
"Tahun ini kami akan melakukan investasi di Indonesia, dan Jakarta akan menjadi wilayah pertama," ujar General manager International Business Division Aulton, Steven Qu.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa infrastruktur yang akan dibangun memiliki spesifikasi teknis khusus. Stasiun-stasiun tersebut direncanakan akan tersebar di berbagai titik strategis di Jakarta guna melayani para pengguna kendaraan listrik.
"Bukan Generasi ke-4 yang akan kami aplikasikan, melainkan generasi ke-7 akan kami aplikasikan di Indonesia dengan luas sebesar 56 sqm. Akan di-applied pertama di Indonesia, dengan minimum 10 station di Jakarta dalam tahun ini," ujar Steven.
Mengenai regulasi biaya, perusahaan akan mengikuti ketentuan harga energi yang ditetapkan oleh otoritas listrik nasional. Hal ini dilakukan guna menyesuaikan struktur biaya operasional dengan kebijakan di Indonesia.
"Harga di Indonesia akan mengikuti aturan dari PT. PLN (Persero), namun untuk harga di Guangzhou China, itu mencapai 1,4 RMB (yuan)," kata Steven.
Teknologi generasi ketujuh yang dibawa Aulton mengedepankan efisiensi melalui penggunaan sistem robotik. Berbeda dengan model sebelumnya, sistem terbaru ini tidak memerlukan pengangkatan mobil dalam proses penggantian baterai.
"Akan ada perbedaan sistem, kalau generasi keempat mobil diangkat lalu baterai diganti. Namun pada generasi ke-7, mobil listrik akan diam ditempat, lalu robot secara otomatis akan mengganti baterai," ucap Steven.
GAC Indonesia sebagai mitra lokal turut memberikan pernyataan terkait kolaborasi ini. Pihak GAC menyatakan akan ada pengumuman lanjutan mengenai detail kerja sama operasional dengan penyedia swap baterai tersebut.
"Nanti akan ada info resmi lebih lanjut. Namun, mereka bilang sudah siap untuk diterapkan di Indonesia," kata Product Planning and Strategy GAC Indonesia, Iqbal Taufiqurrahman.
Iqbal menekankan bahwa Aulton akan beroperasi secara independen namun tetap mendapatkan dukungan penuh dalam hal penyediaan unit kendaraan. Skema ekspansi di masa depan juga membuka peluang kerja sama dengan merek otomotif lainnya.
"Aulton akan tetap berdiri sendiri, pokoknya kita support mobilnya, tapi kalau mereka mau juga support mobil lainnya nanti ke depannya, mereka mau ekspansi ke brand-brand lain, atau seperti apa kita belum tahu," Iqbal menambahkan.
Investasi ini dinilai memberikan dampak positif bagi kecepatan adopsi kendaraan listrik di tanah air. Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah durasi penukaran baterai yang sangat singkat.
"Yang jelas ini sinyal positif ya, ya seperti yang dibilang tadi, ganti baterai dari mobil masuk sampai keluar hanya 100 detik kan itu cepet banget," ucap Iqbal.