Auto2000 Tahan Kenaikan Harga Suku Cadang dan Oli Kendaraan

Auto2000 Tahan Kenaikan Harga Suku Cadang dan Oli Kendaraan

Pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS mulai berdampak pada sektor industri tanah air. Kendati demikian, jaringan bengkel resmi Auto2000 memastikan belum ada lonjakan harga untuk komponen kendaraan maupun oli mesin.

Langkah penundaan penyesuaian tarif ini diambil demi menjaga daya beli masyarakat pengguna kendaraan. Dikutip dari Suara, kebijakan harga perusahaan tidak digariskan untuk merespons fluktuasi mata uang asing secara spontan.

Chief Executive Officer Auto2000, Anton Jimmy Suwandy, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga stabilitas operasional di tengah meningkatnya biaya impor material bahan baku.

"Untuk oli sampai sekarang belum ada kenaikan. Tapi saya nggak tahu ke depannya bagaimana, apalagi sekarang dollar udah Rp 18 ribu. Kan beberapa komponen seperti oli impor, meski ada yang lokal juga," kata Anton saat ditemui di Jakarta Utara pada Kamis 4 Juni 2026.

Manajemen menegaskan bahwa perubahan harga tidak akan diterapkan secara mendadak hanya karena persentase pelemahan rupiah tertentu. Evaluasi mendalam mengenai daya beli pasar dan momentum yang tepat menjadi pertimbangan utama sebelum mengeksekusi penyesuaian tarif.

"Strategi kita bukan cost plus, jadi bukan serta merta dollar naik 10 persen, then harga juga naik 10 persen. Kita juga melihat kondisi di pasar seperti apa, kita akan naikkan sesuai timing dan angka yang harapannya bisa diterima masyarakat," ujarnya.

Jaminan stabilitas harga suku cadang ini berlaku setidaknya hingga akhir Juni 2026. Memasuki bulan Juli dan periode selanjutnya, Auto2000 masih melakukan koordinasi intensif dengan PT Toyota-Astra Motor (TAM) guna memantau dinamika ekonomi global.

"Nggak ada yang tahu, tapi kita diskusi dengan distributor minimal kita sampai bulan ini tidak ada kenaikan. Tapi Juli onward kita masih menunggu kabar, kita koordinasi tersebut dengan TAM apakah ada kenaikan atau tidak," tuturnya.

Melihat situasi makroekonomi yang tidak menentu, para pemilik mobil Toyota diimbau untuk segera melakukan perawatan rutin berkala atau merealisasikan rencana pembelian unit baru dalam waktu dekat.

"Saya juga mengimbau, temen-temen di cabang, kalau butuh pembelian mobil dan servis, ya jangan ditunda-tunda karena kalau melihat kondisi sekarang kan tidak bisa dikontrol," kata Anton.

Artikel terkait

Rekomendasi