Auto2000 Ungkap Delapan Penyebab Konsumsi BBM Mobil Menjadi Boros

Auto2000 Ungkap Delapan Penyebab Konsumsi BBM Mobil Menjadi Boros

Faktor penentu efisiensi bahan bakar tidak hanya terletak pada teknologi mesin kendaraan semata. Gaya berkendara hingga kondisi fisik mobil turut memegang peranan penting dalam konsumsi bahan bakar harian.

Dilansir dari Medcom, Auto2000 membeberkan sejumlah hal yang memicu pemborosan bensin pada mobil. Pemilik kendaraan diharapkan dapat mengelola pemakaian bahan bakar secara lebih bijak melalui perawatan dan cara mengemudi yang tepat.

“Pemilik mobil harus pintar mengelola penggunaan bensin agar lebih efisien daam penggunaannya. Langkah yang dilakukan terkait bagaimana merawat dan mengemudikan mobil di jalan. Untuk itu pahami bagaimana agar konsumsi BBM lebih hemat,” jelas Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, melalui keterangan resminya.

Setidaknya terdapat delapan faktor utama yang menjadi penyebab meningkatnya konsumsi bahan bakar pada kendaraan roda empat.

Kondisi ban yang kekurangan tekanan udara memaksa mesin bekerja ekstra dan membutuhkan tenaga lebih besar untuk melaju. Beban kerja ini akan semakin melonjak ketika mobil melintasi kemacetan dengan pola berkendara stop and go.

2. Beban Muatan Berlebih (Overload)

Membawa barang bawaan yang melampaui kapasitas tangung kendaraan membuat mesin beroperasi lebih berat. Selain menguras bahan bakar, kebiasaan overload ini juga membahayakan keselamatan seluruh penumpang.

3. Pola Mengemudi Agresif

Akselerasi yang dilakukan secara mendadak serta kebiasaan menjaga putaran mesin tetap tinggi memicu lonjakan suplai bensin. Komputer mesin bakal membaca tindakan tersebut sebagai karakter berkendara normal sehingga efisiensi menurun.

4. Modifikasi Komponen Kendaraan

Pemasangan pelek yang lebih besar, ban lebar, hingga aksesori seperti spoiler menambah beban mekanis mesin. Modifikasi pada sektor mesin dan penambahan perangkat elektronik harian juga menuntut pasokan tenaga ekstra.

5. Penggunaan Jenis BBM yang Tidak Tepat

Spesifikasi bahan bakar yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan dapat memicu gejala knocking atau mesin menggelitik. Kondisi tersebut memaksa pengemudi menginjak pedal gas lebih dalam sehingga bensin cepat habis.

6. Keterlambatan Mengganti Oli Mesin

Kualitas pelumas yang sudah menurun membuat fungsi proteksi gesekan antar-komponen tidak berjalan optimal. Akibatnya, internal mesin menjadi lebih berat dan berisiko mempercepat tingkat kerusakan suku cadang.

7. Mengabaikan Fitur Mode ECO

Banyak kendaraan modern kini sudah dilengkapi dengan opsi mode berkendara ECO guna menekan konsumsi bensin. Walau membuat akselerasi terasa lebih halus, fitur ini dinilai sangat ideal untuk mendukung mobilitas perkotaan.

8. Mengabaikan Jadwal Servis Berkala

Perawatan rutin di bengkel resmi memegang kunci penting dalam mempertahankan performa tertinggi mobil. Melalui pemeriksaan berkala, montir dapat memastikan seluruh komponen pendukung tetap prima demi menjaga efisiensi berkendara.

Artikel terkait

Rekomendasi