Baterai Blade 2 BYD Dibongkar Paksa Blogger Otomotif di Tiongkok

Baterai Blade 2 BYD Dibongkar Paksa Blogger Otomotif di Tiongkok

Sekelompok blogger otomotif di Tiongkok melakukan aksi pembongkaran paksa secara destruktif terhadap paket baterai Blade generasi kedua milik BYD menggunakan berbagai alat bengkel bangunan pada Senin, 18 Mei 2026. Siaran langsung pengujian ekstrem tersebut mendadak viral dan memicu perdebatan hangat di kalangan warganet setempat mengenai kekokohan struktur serta sistem keamanan komponen kendaraan listrik tersebut.

Aksi kontroversial yang dilansir dari media lokal Berita Satu serta Otomotif yang mengutip laporan Carnewschina ini dipicu oleh polemik diskusi daring sebelumnya mengenai teknologi pengisian daya cepat dan pengujian suhu baterai BYD saat pengisian daya berkecepatan tinggi. Tim penguji menghabiskan waktu sekitar enam hingga delapan jam untuk membedah satu unit paket baterai tanpa peralatan khusus pabrikan, melainkan mengandalkan perkakas biasa seperti gerinda sudut, linggis, gergaji listrik, hingga palu besi.

Sebelum dibongkar, paket baterai tersebut dibekukan terlebih dahulu selama sekitar 40 jam untuk membuat komponen perekat struktural menjadi lebih rapuh. Meskipun dihantam dan dipotong berulang kali hingga memicu percikan api, para penonton mencatat tidak ada asap ataupun kobaran api yang muncul dari dalam komponen sasis yang memiliki struktur internal terdiri dari 170 sel tersusun seri dengan sistem penguat berbentuk khusus tersebut.

"Meskipun dibekukan, proses pembongkaran tetap harus dilakukan secara destruktif karena pemanasan dan bahan kimia penghilang perekat tidak aman digunakan di dekat sel baterai utuh," kata tim pembongkaran.

Penggunaan lem perekat dalam jumlah besar pada modul, kabel sinyal, dan struktur utama memang memperkuat fisik baterai namun dinilai berpotensi mempersulit proses perbaikan serta daur ulang di masa depan. Sepanjang proses pembongkaran, tim blogger hanya menemukan catatan minor terkait kosmetik pabrikan berupa pengaplikasian lem yang kurang rata di beberapa titik.

Aksi ini menuai kecaman dari sejumlah pengamat otomotif di Tiongkok karena para blogger mengabaikan prosedur keselamatan, tidak menggunakan alat pelindung isolasi bertegangan tinggi, dan tidak menyediakan alat pemadam api ringan di area kerja. Di sisi lain, teknologi baterai Blade 2.0 dengan sistem pendingin berbasis refrigeran langsung ini telah disematkan pada SUV listrik Fang Cheng Bao Ti3.

Model kendaraan SUV tersebut mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen dalam waktu sekitar lima menit pada kondisi ideal. Berdasarkan data China EV DataTracker, penjualan Fang Cheng Bao Ti3 di China berhasil menembus angka 5.206 unit pada April 2026, atau melonjak sebesar 70,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi