Beban Berlebih Mobil RWD Picu Kerusakan Poros Penggerak

Beban Berlebih Mobil RWD Picu Kerusakan Poros Penggerak

Sistem penggerak roda belakang atau rear wheel drive masih menjadi pilihan utama karena ketangguhannya dalam mengangkut beban berat dan menaklukkan medan tanjakan.

Meski demikian, dilansir dari Otomotif, banyak pemilik kendaraan yang tidak menyadari bahwa performa mobil RWD memiliki batas kemampuan tertentu, khususnya saat dipaksa membawa muatan yang melebihi kapasitas standar.

Memaksa kendaraan bekerja melampaui batas muatan secara terus-menerus dapat memicu kerusakan fatal pada komponen sistem penggerak roda.

Muchlis, pemilik bengkel spesialis Toyota-Mitsubishi Garasi Auto Service Sukoharjo, menjelaskan bahwa daya tahan sistem penggerak roda belakang sangat bergantung pada cara perlakuan pemiliknya, terutama terkait kapasitas beban dan rutinitas perawatan berkala.

"Mobil dengan muatan berlebihan dapat menyiksa komponen, khususnya pada mobil RWD, seperti yang diketahui mobil ini ditunjang dengan beberapa poros cukup panjang, seperti propeller shaft, dan drive shaft," ucap Muchlis.

Menurut Muchlis, muatan yang melebihi kapasitas akan menghasilkan gaya puntir yang sangat besar pada mobil penggerak roda belakang.

Kondisi operasional tersebut memaksa poros penggerak bekerja jauh lebih keras, sehingga memperbesar risiko komponen tersebut patah.

"Gambarannya, ketika beban berat maka poros yang dekat dengan roda penggerak akan tertahan oleh beban. Sementara di ujung poros berdekatan dengan transmisi akan memuntir karena meneruskan daya putar mesin," ucap Muchlis.

Walaupun gaya puntir ekstrem tidak seketika mematahkan poros, tekanan besar yang terjadi secara berulang akan mempercepat tingkat keausan dan memicu kerusakan komponen dalam jangka pendek.

"Kebanyakan sistem RWD disematkan pada mobil-mobil niaga, biasanya muatannya berlebih padahal ini kebiasaan tidak baik," ucap Muchlis.

Pentingnya Jadwal Perawatan Rutin

Di samping membatasi bobot angkutan, sistem RWD memerlukan perhatian khusus pada sektor pelumasan agar masa pakai komponen dapat bertahan lama.

Muchlis menegaskan bahwa penggantian oli gardan secara berkala merupakan prosedur wajib yang tidak boleh diabaikan oleh pemilik mobil penggerak roda belakang.

"Pada mobil RWD ada waktunya ganti oli gardan yang seharusnya dilakukan tiap 40.000 Km atau 2 tahun, tujuannya untuk memastikan komponen terlumasi dengan baik dan mencegah keausan," ucap Muchlis.

Penerapan pola berkendara yang ideal serta kepatuhan terhadap jadwal servis berkala memastikan komponen vital seperti gardan, propeller shaft, hingga drive shaft terhindar dari risiko kerusakan fatal.

Artikel terkait

Rekomendasi