Tingginya ongkos penggantian komponen baterai yang rusak akibat kecelakaan sering kali menjadi kekhawatiran terbesar bagi para pemilik kendaraan listrik. Namun, sebuah pengalaman mengejutkan baru saja dibagikan oleh seorang pemilik mobil listrik premium Denza Z9 GT melalui media sosial Weibo.
Kendaraan bergaya Grand Tourer dari sub-brand premium BYD tersebut mengalami insiden yang merusak area bawah mobil. Kejadian ini berdampak langsung pada komponen baterai Lithium Iron Phosphate Blade Battery 2.0 berkapasitas 122,5 kWh yang digendongnya.
Dilansir dari Otomotif, perkiraan ongkos untuk mengganti unit baterai tersebut berada di angka 78.700 yuan atau berkisar Rp 176 jutaan. Nominal ini merupakan harga murni untuk unit baterai dari diler resmi Denza, sehingga belum mencakup upah jasa pemasangan maupun komponen habis pakai lainnya.
Denza Z9 GT dipasarkan di wilayah China dengan rentang harga mulai dari 269.800 yuan hingga 369.800 yuan, atau setara Rp 604 jutaan sampai Rp 827 jutaan. Kendaraan premium ini hadir dalam opsi varian PHEV serta EV murni.
Untuk varian tertinggi, mobil ini diklaim mampu menjelajah hingga jarak 1.036 km. Lini ini juga dibekali fitur pengisian daya cepat BYD Flash Charging yang mampu mengisi daya dari 10 persen ke 70 persen dalam kurun waktu 5 menit.
Jika dihitung secara saksama, biaya per kWh dari baterai Denza Z9 GT ini hanya berkisar 642 yuan atau sekitar Rp 1,4 jutaan. Artinya, nilai keseluruhan baterai tersebut hanya memakan porsi sekitar 21 persen dari total harga jual mobil.
Rasio ini terhitung sangat ekonomis untuk kategori kendaraan listrik premium. Menurut data China EV Datatracker, BYD kini menempati posisi kedua secara global di bawah CATL dalam hal instalasi baterai kendaraan listrik, di mana skala produksi yang masif memicu pemangkasan biaya manufaktur baterai mereka sendiri.
Perbandingan dengan Denza N7
Unggahan tersebut kemudian ditanggapi oleh pengguna lain yang memiliki Denza N7. Berdasarkan bukti nota resmi dari pihak diler, ongkos penggantian baterai Denza N7 yang berkapasitas 91 kWh justru menyentuh angka 84.290 yuan atau sekitar Rp 188 jutaan.
Beruntung bagi pemilik SUV listrik medium tersebut, seluruh biaya pergantian komponen baterai ditanggung sepenuhnya oleh program garansi pabrikan.
Sebagai perbandingan komparatif, Denza N7 dijual pada kisaran harga 259.800 yuan hingga 289.800 yuan atau sekitar Rp 581 jutaan sampai Rp 648 jutaan. Hal ini menunjukkan bahwa harga baterai Denza N7 memakan porsi hingga 29 persen dari keseluruhan harga unit mobilnya.