Toyota dan Jaecoo Rinci Biaya Ganti Baterai Mobil Listrik di Indonesia

Toyota dan Jaecoo Rinci Biaya Ganti Baterai Mobil Listrik di Indonesia

Toyota Astra Motor dan Jaecoo Indonesia merinci estimasi biaya penggantian baterai untuk lini kendaraan elektrifikasi mereka di Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk transparansi bagi konsumen mengenai biaya kepemilikan jangka panjang komponen vital mobil hybrid dan listrik.

Biaya penggantian baterai untuk Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid berada di angka puluhan juta rupiah, sementara model mobil listrik murni dari Jaecoo dapat menyentuh angka di atas Rp170 juta. Nominal ini bervariasi tergantung pada kapasitas energi dan teknologi yang digunakan masing-masing pabrikan.

Public Relations Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Philardi Ogi, menjelaskan bahwa pemilik Innova Zenix Hybrid mendapatkan perlindungan garansi selama 8 tahun atau 160.000 km. Namun, ia menyebut harga unit baterai assembly jika harus diganti di luar masa garansi adalah Rp48 juta.

"Sebenarnya customer tidak perlu khawatir ya karena baterai seluruh produk Hybrid EV Toyota sudah bergaransi 8 tahun atau 160.000 km," ujar Ogi.

Pihak Toyota menegaskan bahwa komponen baterai tidak dijual per modul, melainkan dalam satu paket utuh. Meski begitu, estimasi biaya dan penanganan teknis akan tetap merujuk pada pemeriksaan akurat di bengkel resmi.

"Penggantian tersebut untuk keseluruhan paket baterai, kami (Toyota) tidak menjual per modul," kata Ogi.

Penjelasan mengenai aspek teknis tersebut bertujuan memberikan kepastian bagi pengguna kendaraan elektrifikasi Toyota. Perbaikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang terdeteksi melalui diagnosis resmi.

"Proses perbaikan tetap akan menyesuaikan hasil pemeriksaan dan tingkat kerusakan yang dialami, sehingga diagnosis, penanganan, serta estimasi waktu pengerjaan dapat dilakukan secara lebih akurat," kata Ogi.

Di sisi lain, Jaecoo Indonesia turut membeberkan rincian biaya penggantian baterai untuk tiga model unggulannya. Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohammad Ilham Pratama, menyatakan biaya tersebut disesuaikan dengan tipe produk mulai dari kapasitas 18,3 kWh hingga 60,9 kWh.

"J7 SHS sekitar Rp 106 juta untuk kapasitas 18,3 kWh, J8 SHS Rp 160 juta dengan 34,4 kWh, dan J5 EV Rp 174 juta dengan kapasitas 60,9 kWh," ujar Ilham.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Otomotif, harga-harga tersebut belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Proses penggantian unit baterai di bengkel resmi diklaim memerlukan waktu pengerjaan selama beberapa jam.

"Untuk penggantian sekitar tiga jam," kata Ilham.

Guna memudahkan pemantauan, kendaraan Jaecoo telah dilengkapi sistem sensor yang akan memberikan peringatan dini jika terjadi masalah. Fitur ini akan muncul langsung di panel instrumen pengguna.

"Biasanya jika baterai rusak, akan ada indikator menyala dan pengingat," ujar Ilham.

Sistem peringatan tersebut dirancang untuk mendeteksi penurunan performa sebelum kerusakan komponen menjadi semakin parah. Hal ini menjadi bagian dari strategi Jaecoo untuk menjaga transparansi biaya perbaikan bagi para pemilik mobil listrik di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi