Jaecoo Indonesia Ungkap Biaya Ganti Baterai Mobil Listrik J5

Jaecoo Indonesia Ungkap Biaya Ganti Baterai Mobil Listrik J5

Persaingan pasar mobil listrik di Indonesia semakin kompetitif dengan kehadiran teknologi baru seperti kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menawarkan harga dan jarak tempuh menarik. Namun, bagi konsumen yang memikirkan penggunaan jangka panjang, biaya penggantian baterai menjadi faktor krusial yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.

Sebagai salah satu model kendaraan listrik yang populer tahun ini, SUV listrik Jaecoo J5 memiliki skema biaya tersendiri untuk komponen dayanya. Dilansir dari Medcom, Jaecoo Indonesia mengungkapkan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk mengganti baterai J5 mencapai Rp174 juta.

Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, menjelaskan bahwa proses penggantian komponen tersebut wajib dilakukan di jaringan dealer resmi Jaecoo. Menurut penjelasannya, langkah awal yang harus diselesaikan oleh pemilik kendaraan adalah mengurus kelayakan jaminan atau garansi terlebih dahulu.

"Sama pemasangan, di atas Rp150 juta. Rp170-an juta," kata Ilham di Bogor, Kamis (21/5).

Terkait masa jaminan, baterai J5 dilengkapi dengan garansi selama 8 tahun atau perlindungan hingga jarak tempuh 160.000 km. Jaminan penuh ini mengikat secara khusus kepada pemilik pertama yang namanya terdaftar saat pembelian unit.

Apabila Jaecoo J5 tersebut dipindahtangankan atau dijual kepada pihak lain, status garansi baterai untuk pembeli pertama otomatis hangus. Walaupun demikian, jaminan tersebut tetap melekat pada kendaraan sehingga konsumen kedua atau berikutnya masih bisa melanjutkan sisa masa garansi yang ada.

Pembeli unit bekas atau konsumen baru dapat memperbarui data garansi atas nama mereka sendiri. Proses ini dilakukan dengan mengajukan permohonan resmi ke pihak dealer resmi untuk kemudian dihitung ulang sisa masa berlaku temponya.

"Jadi pada saat baterai ada problem nih, misalkan, amit-amit ya, baterainya ini harus diganti. Dia kan tentunya ada garansi. Kita urus garansinya, kita ambil pesan (baterai) dari stok, kita bawa (ke dealer), pasang (di mobil). Mungkin sehari dua hari, itu termasuk pengurusan dokumen segala macam," urai Ilham.

Sebagai catatan, J5 berhasil menjadi mobil listrik terlaris di pasar domestik sepanjang periode Januari hingga April 2026. Kendaraan ini dibekali baterai berkapasitas 60,9 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak sejauh 461 km berdasarkan metode pengujian NEDC.

Komponen baterai tersebut tertanam pada dua tipe varian J5 yang dipasarkan di tanah air. Varian pertama adalah tipe Standard yang dibanderol seharga Rp279,9 juta, sedangkan varian kedua yaitu tipe Premium dijual dengan harga Rp309,9 juta.

Tidak hanya untuk model J5, pihak pabrikan juga memaparkan rincian biaya penggantian baterai untuk lini kendaraan lain yang mereka niagakan di pasar domestik, yakni tipe J7 SHS-P dan J8 SHS-P Ardis. Kedua produk tersebut mengusung teknologi PHEV dengan kapasitas baterai masing-masing sebesar 18,3 kW dan 34,46 kWh.

"Kalau J7 itu Sekitar Rp106 juta, kalau yang J8 Rp160 juta. Kalau J5 Rp174 juta," ungkap Ilham.

Untuk harga kendaraannya sendiri, saat ini model PHEV J7 SHS-P dipasarkan dengan harga Rp509,9 juta. Sementara itu, untuk model premium J8 SHS-P Ardis ditawarkan kepada konsumen dengan label harga Rp828 juta.

Artikel terkait

Rekomendasi