Korea Selatan kini menjadi salah satu destinasi wisata luar negeri yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia. Fenomena ini tercermin dari tingginya angka transaksi luar negeri yang dicatatkan oleh para nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Sebagai bentuk dukungan, BRI resmi digandeng menjadi bank partner dalam acara Hybrid Korea Travel Fair 2026. Pameran pariwisata yang diinisiasi oleh Korea Tourism Organization (KTO) ini digelar selama tiga hari, mulai tanggal 15 hingga 17 Mei 2026, bertempat di Gandaria City Mall, Jakarta Selatan, seperti dilansir dari Detik Travel.
Assistant Vice President, Usage and Partnership of Card Business Group BRI, Gandes Puspita Wangi, memaparkan berbagai keuntungan transaksi yang bisa dinikmati oleh para nasabah BRI yang berencana melakukan perjalanan ke Korea Selatan.
"Jadi kita ada promo transaksi dan juga ada promo akuisisi. Untuk promo transaksi, kita menambahkan additional cashback berupa voucher belanja hingga Rp 4 juta," jelasnya.
Kemudahan lain juga diberikan khusus kepada para pemegang kartu kredit BRI. Pengguna kartu tersebut bisa memanfaatkan fasilitas cicilan dengan bunga 0% dengan tenor yang sangat panjang, yakni mencapai 36 bulan.
Fasilitas cicilan hingga tiga tahun ini menjadi penawaran spesial yang tergolong langka. Pada hari biasa, pilihan cicilan yang tersedia umumnya hanya dibatasi sampai jangka waktu 12 bulan saja.
Bagi pengunjung pameran yang tertarik namun belum memiliki kartu kredit dari bank plat merah ini, proses pengajuan baru dapat dilakukan secara langsung di lokasi acara. Pihak bank juga sudah menyiapkan apresiasi khusus berupa hadiah langsung bagi pemohon baru.
"Di booth ini juga ada aktivitas seperti games," jelasnya.
Berdasarkan catatan internal perusahaan mengenai aktivitas transaksi kartu kredit nasabah di luar wilayah Indonesia, Korea Selatan secara konsisten masuk dalam peringkat lima besar destinasi terfavorit. Posisi ini diraih karena besarnya volume belanja yang dilakukan di sana.
Performa positif perputaran dana tersebut terhitung secara akumulatif dalam periode satu tahun terakhir.
"Kalau di transaksi kode itu kan ada keterangan negaranya, ID itu Indonesia. Ada yang non-ID, non-ID itu adalah salah satunya Korea. Jadi ini menandakan sebenarnya banyak sekali nasabah kita di Indonesia ini yang melakukan transaksi di sana," ungkapnya.
Manfaat bernilai ekonomis lain yang ditawarkan kepada para pelancong adalah penerapan skema nilai tukar mata uang asing yang kompetitif. Pihak bank menetapkan harga jual kurs yang setara dengan nilai pada hari penyelesaian transaksi.
Melalui kebijakan tanpa adanya mark-up nilai mata uang tersebut, para pengguna dipastikan mendapatkan perhitungan finansial yang lebih efisien. Wisatawan juga tidak perlu terbebani dengan rumitnya proses konversi mata uang asing saat ingin mengubah tagihan menjadi cicilan.
Seluruh proses pengaturan jangka waktu cicilan dapat diakses dan dipilih secara instan melalui aplikasi BRImo tanpa memerlukan perhitungan kurs yang rumit secara manual. Ragam kemudahan ini diharapkan memberikan keuntungan maksimal bagi nasabah yang memesan akomodasi dan paket wisata.