Seekor buaya nil berukuran raksasa mengejutkan staf hotel A'Zambezi River Lodge di Zimbabwe setelah menyusup ke dalam area dapur dan memanjat meja pada Minggu (3/5/2026). Insiden menegangkan di hotel bintang empat dekat Air Terjun Victoria tersebut memicu kepanikan karyawan sebelum akhirnya berhasil ditangani otoritas terkait.
Reptil sepanjang kurang lebih 3,6 meter tersebut diduga berasal dari tepian Sungai Zambezi yang terletak hanya beberapa meter dari bangunan hotel. Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, rekaman video menunjukkan momen saat buaya menggunakan ekor dan kakinya untuk menarik beban tubuhnya ke atas meja dapur secara perlahan.
Keberadaan predator di atas meja membuat suasana dapur menjadi sangat mencekam karena para staf harus menjaga jarak demi keamanan. Manajemen hotel segera menghubungi Zimbabwe Parks and Wildlife Management Authority (ZimParks) untuk mengevakuasi hewan tersebut agar tidak menimbulkan korban atau kerusakan material.
Pihak pengelola hotel menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat bagi siapa saja yang tinggal di sekitar Sungai Zambezi tentang kedekatan dengan alam liar. Dalam keterangannya, manajemen mengonfirmasi bahwa buaya tersebut telah dilepaskan kembali ke habitat asalnya pada hari yang sama setelah berhasil dievakuasi.
Juru bicara ZimParks, Lackmore Safuli, memberikan kepastian mengenai kondisi di lapangan pasca-evakuasi oleh tim ahli satwa liar.
"Buaya berhasil diimobilisasi dan langsung dilepas kembali ke sungai. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan," ujar Lackmore Safuli, Juru bicara ZimParks.
Buaya nil dikategorikan sebagai salah satu predator paling mematikan di benua Afrika yang mampu menyerang manusia jika merasa terancam. Spesies ini dikenal memiliki teknik serangan "death roll" yang digunakan untuk melumpuhkan mangsa saat berada di dalam air.
Data dari ZimParks menunjukkan adanya peningkatan konflik antara manusia dan buaya di wilayah Zimbabwe selama beberapa bulan terakhir. Tercatat sedikitnya sembilan orang meninggal dunia dan sebelas orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan predator air ini dalam kurun waktu dua bulan.
Otoritas setempat kini mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di dekat badan air seperti sungai atau danau. Larangan membiarkan anak-anak dan hewan ternak tanpa pengawasan menjadi poin utama guna mencegah jatuhnya korban lebih lanjut akibat keganasan buaya nil.