Pemilik Mobil Hybrid Perlu Tahu Busi Kendaraan Berbeda dengan Versi Bensin

Pemilik Mobil Hybrid Perlu Tahu Busi Kendaraan Berbeda dengan Versi Bensin

Mobil hybrid memiliki pola perawatan berkala yang serupa dengan mobil bensin konvensional, mulai dari penggantian oli secara rutin hingga pengecekan komponen berkala. Seperti dikutip dari Otomotif, salah satu suku cadang yang memerlukan perhatian khusus agar kinerja mesin tetap optimal adalah busi.

Pemilik kendaraan elektrifikasi ini perlu memahami bahwa busi untuk mobil hybrid memiliki perbedaan jenis maupun kode komponen dibandingkan versi bensin. Perbedaan spesifikasi tetap berlaku meskipun model kendaraan sama namun menggunakan versi mesin yang berbeda.

Beberapa contoh model yang memiliki varian mesin berbeda ini antara lain Toyota Kijang Innova Zenix bensin dan hybrid, Toyota Veloz bensin dan hybrid, serta beberapa produk lainnya.

"Contoh pada Veloz Hybrid dan versi biasa itu berbeda jenis businya. Dengan begitu, seri businya juga berbeda, tidak sama dan tidak bisa saling digunakan," kata Diko Octaviano, ATS & Product Development Assistant Manager PT Nittera Mobility Indonesia selaku produsen busi NGK, saat dihubungi Otomotif, Sabtu (30/5/2026).

Kebutuhan busi yang berbeda pada mobil hybrid dipengaruhi oleh perbedaan teknologi yang diadopsi. Penyesuaian komponen pemantik api ini bertujuan untuk menunjang performa sekaligus efisiensi konsumsi bahan bakar kendaraan.

Atas dasar tersebut, busi untuk Veloz bensin tidak dapat dipasang pada Veloz Hybrid. Hal ini juga berlaku untuk model kembar lain seperti Honda HR-V, Honda CR-V, serta Innova Zenix yang menyediakan opsi mesin bensin dan elektrifikasi.

"Perbedaannya, kalau pada busi mesin konvensional logam mulianya tetap double, tetapi hanya terdapat pada ujung elektroda ground. Sementara pada busi hybrid benar-benar terdapat dua titik logam mulia. Dengan begitu, daya tahan, performa, dan efisiensi meningkat untuk mempertahankan kinerja sistem hybrid," ujarnya.

Kondisi yang berbeda ditemukan pada lini kendaraan roda empat dari pabrikan Suzuki. Diko menjelaskan bahwa busi untuk Suzuki Ertiga Hybrid dan XL7 Hybrid masih menggunakan komponen yang sama dengan versi non-hybrid.

Kesamaan jenis suku cadang ini terjadi karena sistem elektrifikasi yang diterapkan berbeda dengan sistem hybrid penuh milik produsen otomotif lain. Landasan lainnya adalah penggunaan basis mesin yang tidak mengalami perubahan.

"Kalau diperhatikan, mesin mobil Suzuki yang hybrid dan biasa itu sama, tidak berbeda. Suzuki Ertiga Hybrid kode mesinnya sama dengan versi biasa, begitu juga XL7. Jadi bisnisnya tidak ada perbedaan," kata Diko.

Pihak Suzuki mengonfirmasi bahwa kode mesin pada varian hybrid dan non-hybrid tidak mengalami pergeseran. Hal ini berbeda dengan beberapa merek kompetitor yang melakukan penyesuaian spesifikasi mesin sehingga menuntut jenis busi yang berbeda.

Perbandingan Kode Komponen dan Faktor Harga

Detail teknis menunjukkan Veloz konvensional menggunakan busi berkode ILKAR6B11, sedangkan Veloz Hybrid memakai kode DILKAR7S8. Untuk Toyota Zenix bensin memakai kode ILKAR6B11 dan versi Zenix Hybrid dibekali kode DILKAR6T8. Di sisi lain, Suzuki XL7 bensin menggunakan busi berkode R6A10 yang identik dengan varian hybrid.

"Perbedaannya di bisnis hanya penggunaan material logam mulianya. Kalau yang DIL itu double logam mulia, jadi ada dua titik logam mulia. Secara harga jelas yang hybrid itu lebih mahal ya," katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi