BYD Kebut Finalisasi Pabrik Mobil Listrik Rp 11,7 Triliun di Subang

BYD Kebut Finalisasi Pabrik Mobil Listrik Rp 11,7 Triliun di Subang

Pembangunan fasilitas manufaktur kendaraan listrik milik BYD Motor Indonesia di Subang, Jawa Barat, kini telah memasuki fase pamungkas. Proyek strategis ini berjalan tepat waktu demi mengejar target operasional perakitan lokal dalam waktu dekat.

Seperti dilansir dari Suara, produsen otomotif asal China tersebut tengah mencurahkan fokus penuh pada proses penyelesaian akhir. Langkah ini diambil guna menjamin setiap unit mobil listrik yang diproduksi memenuhi standar kualitas internasional.

Head of PR & Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan memberikan penjelasan mengenai perkembangan terkini di kawasan PIK, Tangerang.

"Di tahap ini, kami ingin memastikan bahwa produk yang kami produksi di fasilitas ini, sesuai dengan standar BYD, dan memenuhi kriteria, baik dari sisi policy mapun produksi," jelas Luther.

Guna mematangkan kesiapan operasional, jenama global ini telah melangsungkan serangkaian uji coba komprehensif sepanjang kuartal pertama tahun 2026. Pengujian ketat tersebut meliputi pemeriksaan jalur produksi, pemastian kondisi peralatan manufaktur, hingga sinkronisasi sistem perakitan massal.

Luther Panjaitan turut memberikan penegasan terkait kepastian jadwal peluncuran operasional pabrik perakitan tersebut.

"Sesegera mungkin (proses produksi), bila fasilitas ini telah ready, kami akan sampaikan pertama kali kepada media," kata Luther.

Infrastruktur manufaktur ini menempati area seluas 100 hektar dengan pemilihan lokasi yang terintegrasi secara strategis. Area pabrik sengaja dibangun dekat dengan Pelabuhan Patimban untuk mengoptimalkan jalur pengiriman domestik sekaligus memperlancar ekspansi ekspor ke kawasan Asia Tenggara.

Keseriusan ekspansi bisnis ini ditunjukkan lewat kucuran dana investasi fantastis yang mencapai Rp 11,7 triliun. Fasilitas di Subang ini dirancang untuk memiliki kemampuan memproduksi kendaraan ramah lingkungan hingga 150.000 unit per tahun.

Kehadiran pabrik berskala besar ini diproyeksikan mampu memperkuat posisi tawar perusahaan di pasar otomotif nasional. Langkah masif ini sekaligus diharapkan dapat mempercepat transisi dan pemanfaatan moda transportasi bersih bagi masyarakat Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi