PT BYD Motor Indonesia mencatat tren pertumbuhan positif pada pasar kendaraan elektrifikasi domestik dengan mendistribusikan puluhan ribu unit kendaraan sejak awal operasionalnya di Tanah Air, Rabu (20/5/2026).
Jumlah distribusi kendaraan listrik tersebut dikonfirmasi oleh perwakilan manajemen perusahaan yang berbasis di Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir dari Otomotif.
"Sekitar 90.000 unit kita sudah deliver keluar dari BYD Motor Indonesia untuk dipasarkan,” ujar Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan.
Pertumbuhan pasar mobil listrik di dalam negeri dinilai mengalami lonjakan berkali-kali lipat dalam beberapa tahun terakhir, sehingga memicu optimisme terhadap pencapaian target produksi lokal.
“Kalau kita lihat trennya sekarang semakin lama, semakin signifikan. Bahkan kalau dilihat tren ke beberapa tahun ke belakang itu sangat multiply sekali, jadi kita percaya diri ke depannya akan ada peningkatan yang cukup lebih signifikan,” kata Luther Panjaitan.
Proyeksi peningkatan minat beli konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan ini juga dipengaruhi oleh kebijakan stimulus finansial yang direncanakan oleh pihak regulator.
“Apalagi saya dengar pemerintah juga akan memberikan insentif-insentif tambahan lagi. Jadi akan mendorong orang lagi untuk membeli kendaraan elektrifikasi,” ujar Luther Panjaitan.
Guna merespons ekspansi pasar tersebut, korporasi otomotif ini sedang melaksanakan tahapan konstruksi fasilitas perakitan lokal di kawasan Subang, Jawa Barat. Pabrik ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi mencapai 150.000 unit per tahun dan dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026 untuk menyuplai pasar domestik serta kebutuhan ekspor.