Produsen otomotif asal China, BYD, baru saja memperkenalkan versi terbaru dari lini mobil listrik BYD Seagull di pasar domestik mereka. Kendaraan yang di pasar Indonesia dikenal dengan identitas BYD Atto 1 ini membawa sejumlah pembaruan signifikan, terutama pada sektor teknologi otonom.
Seperti dikutip dari Detik Oto melalui laporan media lokal CNEV Post, kehadiran BYD Seagull terbaru ini menjadi tonggak sejarah sebagai mobil listrik mini pertama yang mengadopsi teknologi LiDAR. Penambahan perangkat sensor ini memungkinkan kendaraan memiliki kemampuan autopilot melalui paket opsional tertentu.
Mengenai harga jualnya, BYD mematok Seagull atau Atto 1 di China mulai dari 69.900 yuan hingga 85.900 yuan, atau setara kisaran Rp 180 jutaan sampai Rp 221 jutaan. Bagi konsumen yang menginginkan teknologi lebih canggih, tersedia sistem bantuan pengemudi God's Eye B yang sudah dilengkapi dengan sensor LiDAR.
Paket opsional LiDAR tersebut hanya disediakan untuk varian Freedom Edition dengan jarak tempuh 305 km serta Flying Edition yang mampu menempuh 405 km. Dengan penambahan fitur sensor ini, harga kedua trim tersebut masing-masing naik menjadi 90.900 yuan dan 97.900 yuan, atau sekitar Rp 234 juta hingga Rp 252 jutaan.
Integrasi perangkat LiDAR pada BYD Atto 1 terbaru ini mengaktifkan sistem bantuan pengemudi DiPilot 300 atau God's Eye B. Fitur unggulannya mencakup City Navigation on Autopilot (CNOA), kemampuan pengenalan lampu lalu lintas secara otomatis, hingga navigasi pintar saat melewati bundaran.
Pihak BYD mengklaim bahwa teknologi ini mampu membaca hitungan mundur lampu lalu lintas serta menavigasi kondisi jalanan yang rumit dengan lancar. Hal ini diharapkan memberikan kenyamanan ekstra bagi pengemudi dalam menghadapi skenario jalan raya yang kompleks dan memutar.
Pada aspek teknis, BYD Seagull tetap mengandalkan dua opsi kapasitas baterai yakni 30,08 kWh dan 38,88 kWh. Konfigurasi tersebut masing-masing menawarkan daya jelajah sejauh 305 km dan 405 km dalam satu kali pengisian daya penuh.
Sektor performa tetap ditenagai oleh motor listrik dengan output maksimum sebesar 55 kW. Dukungan mesin ini diklaim mampu mendorong mobil untuk berakselerasi dari posisi diam hingga kecepatan 50 km/jam hanya dalam waktu 4,9 detik.
Dari sisi dimensi, BYD Seagull 2026 memiliki panjang badan 3.780 mm, lebar 1.715 mm, serta tinggi 1.540 mm. Jarak sumbu roda atau wheelbase kendaraan ini tercatat sepanjang 2.500 mm yang memberikan stabilitas pada kendaraan berukuran ringkas.
Bagian interior turut mendapatkan sentuhan baru dengan penambahan skema warna krem dan layar konsol tengah floating sebesar 12,8 inci yang telah ditingkatkan kualitasnya. Kenyamanan kabin juga ditunjang oleh fitur pengisian daya ponsel nirkabel 50W serta sistem pendingin udara (AC) otomatis.