BYD Meluncurkan Varian Atto 1 Terbaru dengan Harga Rp199 Juta

BYD Meluncurkan Varian Atto 1 Terbaru dengan Harga Rp199 Juta

PT BYD Motor Indonesia memperluas pasar kendaraan listrik nasional dengan meluncurkan varian termurah BYD Atto 1 STD seharga Rp199 juta pada Jumat (15/5/2026). Langkah ini diambil melalui penyegaran lini produk guna menyediakan opsi mobilitas perkotaan yang lebih terjangkau bagi konsumen tanah air.

Peluncuran tipe standar tersebut melengkapi jajaran harga lini Atto 1 bertenaga baterai, di mana varian Dynamic kini dibanderol Rp205 juta dan varian tertinggi Premium dijual senilai Rp245 juta. Dilansir dari Kompas.com melalui Kontan, pembaruan ini diharapkan mampu mendongkrak segmen EV city car setelah mencatatkan volume penjualan Atto 1 melampaui 22.500 unit sepanjang tahun 2025.

Pertumbuhan positif ini ikut mendorong pangsa pasar mobil listrik di Indonesia hingga menembus angka sekitar 18 persen pada kuartal IV tahun 2025. Terhadap capaian tersebut, pihak manajemen menyampaikan apresiasi mendalam atas penerimaan masyarakat yang tinggi.

"BYD mengapresiasi respons pasar yang sangat positif terhadap BYD Atto 1 sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia. Melalui penyegaran BYD Atto 1 dan kehadiran varian baru STD, kami ingin menghadirkan solusi mobilitas listrik yang accessible dengan pilihan lebih beragam bagi konsumen Indonesia," ujar Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao.

Menurut penjelasan resmi, seluruh varian Atto 1 kini mendapatkan ubahan interior berupa penerapan electronic column shifter dan konsol tengah baru demi kenyamanan berkendara. Meski dipasarkan dengan harga paling rendah, tipe STD tetap dilengkapi layar hiburan 10,1 inci, penyesuaian kemiringan setir, kamera mundur, velg 15 inci tertutup cover, serta lampu depan proyektor halogen.

"BYD mengapresiasi respons pasar yang sangat positif terhadap BYD ATTO 1 sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan listrik yang praktis, efisien, dan mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari terus berkembang," kata Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao dalam keterangan tertulisnya.

Untuk tipe di atasnya, kelengkapan fitur dibuat lebih premium seperti kaca spion lipat elektrik dan pengaturan kursi pengemudi elektrik 6 arah pada varian Dynamic. Sementara itu, varian Premium mendapatkan fasilitas paling lengkap berupa layar multimedia 12,8 inci dan sistem pemantau kamera melingkar.

"Melalui penyegaran BYD ATTO 1 dan kehadiran varian baru STD, kami ingin menghadirkan solusi mobilitas listrik yang accessible dengan pilihan yang lebih beragam bagi konsumen Indonesia," ujar Eagle Zhao.

Pihak humas perusahaan menambahkan bahwa inovasi berkala ini sengaja dirancang agar terus relevan dengan dinamika kebutuhan mobilitas harian para pelanggan di Indonesia. Skema penyegaran ini diproyeksikan mampu menjaga tren pertumbuhan pasar kendaraan ramah lingkungan secara jangka panjang.

"Melalui penyegaran dan hadirnya varian baru BYD Atto 1, kami berharap dapat semakin melengkapi pilihan masyarakat Indonesia yang accessible dari sisi teknologi, kenyamanan, dan kemudahan penggunaan sehari-hari," ujar Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan.

Langkah strategis tersebut dinilai menjadi bagian penting dari komitmen pabrikan dalam menyajikan variasi teknologi yang dapat dijangkau oleh berbagai kalangan konsumen. Pihak internal optimistis variasi model teranyar ini akan melengkapi diversifikasi produk di pasar domestik.

"Melalui penyegaran dan hadirnya varian baru BYD Atto 1, kami berharap dapat semakin melengkapi pilihan masyarakat Indonesia," ungkap Luther.

Di samping itu, sebagaimana dilaporkan oleh Detikcom, BYD juga melakukan penyesuaian harga pada jajaran produk lainnya per Mei 2026. Model BYD Dolphin dijual mulai Rp369 juta, BYD M6 mulai Rp383 juta, BYD Atto 3 mulai Rp390 juta, BYD Sealion 7 mulai Rp629 juta, serta varian sedan performa BYD Seal yang dibanderol hingga Rp750 juta.

Secara global, berdasarkan laporan Bisnis.com, korporasi asal China ini juga sedang gencar memperkenalkan adopsi teknologi pengisian daya kilat Flash Charging berbasis Blade Battery 2.0. Sistem pengisian daya yang mampu mengisi kapasitas baterai dari 10 persen ke 70 persen dalam tempo 5 menit tersebut sudah mulai diterapkan pada model bervolume tinggi seperti Yuan Plus generasi ketiga atau Atto 3 di pasar internasional.

"Denza Z9 GT adalah pilihan sempurna untuk memperkenalkan prinsip pengisian daya kilat ini kepada dunia," kata Executive Vice President BYD, Stella Li seperti dikutip dari Bisnis.com.

Penerapan teknologi pengisian kilat dengan kapasitas infrastruktur hingga 1.500 kW tersebut sempat memicu kekhawatiran karena suhu sel baterai sempat menyentuh 76,4 derajat Celsius saat diuji coba. Menanggapi kondisi panas yang melampaui batas rekomendasi keamanan di China sebesar 65 derajat Celsius itu, manajemen BYD mengompensasinya dengan menyediakan fasilitas garansi sel baterai seumur hidup bagi konsumen.

Artikel terkait

Rekomendasi