Kehadiran BYD M6 DM varian Classic di jaringan diler mulai mengungkap detail baru mengenai lini plug-in hybrid (PHEV) terbaru dari BYD di Indonesia. Dilansir dari Otomotif, terdapat cukup banyak perbedaan yang ditemukan antara varian Classic dan varian Cross.
Perbedaan kedua model tersebut mencakup tampilan eksterior, material interior, kelengkapan fitur, hingga kapasitas baterai yang tertanam. Komponen-komponen tersebut sengaja dibuat berbeda untuk membedakan kedua varian.
Dari sisi tampilan, perbedaan yang paling mudah dikenali terdapat pada bagian gril depan. Varian M6 DM Classic masih menggunakan material plastik hitam, sedangkan untuk varian Cross sudah mendapatkan sentuhan chrome yang membuat tampilannya terlihat lebih mewah.
Sektor pencahayaan dari kedua varian ini juga dibuat berbeda oleh produsen. Pada versi Classic, lampu jauh masih menggunakan bohlam dengan sein halogen, meskipun area tersebut tetap sudah dilengkapi dengan daytime running light (DRL).
Kondisi ini berbeda dengan varian Cross yang seluruh komponen lampunya sudah menggunakan teknologi LED. Selain itu, varian Classic belum dibekali dengan fender tambahan sehingga tampilannya terlihat lebih polos dan sleek.
Sementara pada versi Cross, komponen fender sudah terpasang sehingga mampu memberikan kesan yang lebih sporty. Ukuran pelek dari kedua mobil ini turut dibedakan oleh pihak pabrikan.
BYD M6 DM Classic memakai pelek berukuran 16 inci berwarna gun metal. Di sisi lain, varian Cross menggunakan pelek berukuran 17 inci dengan finishing two tone chrome.
Perbedaan lain juga tampak pada bagian buritan kendaraan. Varian Classic hadir dengan dominasi warna hitam tanpa adanya ornamen tambahan, sedangkan Cross mendapat aksen chrome pada pilar belakang yang membentang hingga pintu bagasi dan bemper.
Nuansa Kabin dan Material Interior
Saat masuk ke dalam kabin, nuansa interior dari kedua model ini juga sengaja dibuat berbeda. Pada varian Cross, beberapa area seperti arm rest, trim pintu, dan dasbor sudah menggunakan material soft touch yang lembut.
Hal ini berbeda dengan versi Classic karena hampir seluruh permukaannya masih menggunakan material plastik keras. Setir kemudi pada varian Classic juga tampil lebih sederhana dengan balutan full hitam berbahan karet.
Adapun untuk varian Cross, bagian setir sudah mendapatkan aksen chrome sehingga tampilannya terlihat lebih elegan. Perbedaan paling kentara lainnya terletak pada bagian jok kendaraan.
BYD M6 DM Classic masih menggunakan bahan fabric untuk melapisi bagian jok. Sementara itu, varian Cross sudah memakai material jok kulit sintetis yang memberikan kesan lebih premium.
Kelengkapan Fitur dan Kapasitas Baterai
Dari sisi fitur, varian Classic belum dilengkapi dengan fitur wireless charger. Meski begitu, kendaraan ini tetap memiliki konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto untuk kebutuhan penggunanya.
Fasilitas kamera 360 derajat masih tersedia pada varian Classic, tetapi sistem tersebut belum didukung oleh fitur advanced driver assistance system (ADAS). Alhasil, teknologi cruise control pada varian Classic masih bersifat konvensional dan belum adaptive seperti versi Cross.
Meski terdapat perbedaan fitur, kedua model ini sama-sama sudah menggunakan tuas transmisi model column shift. Komponen tersebut ditempatkan di belakang setir sisi kanan, bukan lagi berada di konsol tengah.
Fitur power tailgate juga terpantau belum tersedia pada BYD M6 DM Classic, sedangkan untuk varian Cross sudah memilikinya. Perbedaan lainnya yang cukup signifikan terletak pada sistem pengisian daya dan kapasitas baterai.
Varian Classic belum mendukung sistem pengisian daya cepat atau fast charging dan masih menggunakan AC charging. Hal ini berkaitan erat dengan kapasitas baterainya yang memang lebih kecil, yakni sebesar 7,4 kWh.
Sementara itu, BYD M6 DM Cross dibekali dengan kapasitas baterai yang lebih besar, yaitu 18,3 kWh. Walaupun kapasitas baterai kedua varian ini berbeda, keduanya tetap menggunakan mesin bensin yang sama dengan kapasitas 1.500 cc.