Kehadiran BYD M6 DM di Indonesia langsung memicu pertanyaan mengenai keandalan teknologi Dual Mode-intelligent atau DM-i yang menjadi senjata utamanya. Seperti diberitakan oleh Suara, kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV pertama dari BYD di Tanah Air ini menjanjikan efisiensi tinggi.
Mobil ramah lingkungan ini diklaim mampu mencapai konsumsi bahan bakar hingga 65 km/liter. Selain itu, jarak tempuh totalnya dilaporkan dapat menembus angka 1.800 km dalam kondisi pengisian daya dan bensin penuh.
Sebagai langkah awal merambah pasar hibrida domestik, BYD melakukan penyegaran fisik yang mencolok pada model M6 DM. Kendaraan ini dilengkapi dengan grille berukuran besar untuk mendukung aliran udara pendingin mesin bensin.
Tampilan luarnya semakin segar dengan penyematan velg dual-tone, lubang knalpot, serta keberadaan dua port pengisian daya. Kendati harga resmi kendaraan ini masih dirahasiakan, PT BYD Motor Indonesia memastikan nominalnya akan sangat kompetitif.
"Banderol yang sangat kompetitif saat unitnya mulai dikirim pada Juni 2026 nanti." kata President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao pada 19 Mei 2026.
Daya tarik utama dari kendaraan ini berada di balik kap mesinnya melalui penerapan sistem kerja Dual Mode. BYD membalik logika mobil hybrid konvensional yang biasanya menitikberatkan performa pada mesin pembakaran internal.
Sistem ini mengadopsi filosofi Electric-First yang memosisikan motor listrik sebagai penggerak utama atau komponen paling dominan. Sementara itu, mesin bensin murni difungsikan untuk mendukung kinerja motor listrik tersebut.
Penerapan metode ini membuat BYD M6 DM mampu menyajikan sensasi akselerasi instan, halus, dan senyap mirip kendaraan listrik murni. Pengemudi juga dapat terhindar dari kecemasan kehabisan daya baterai saat menempuh perjalanan jarak jauh.
Mekanisme Tiga Mode Penggerak Otomatis
Sistem manajemen energi DM-i bekerja secara cerdas dengan membagi operasional kendaraan ke dalam tiga mode penggerak utama. Seluruh transisi antar-mode berlangsung secara otomatis tanpa memerlukan intervensi tombol dari pengemudi.
Mode pertama adalah EV atau Nol Emisi yang menggerakkan roda sepenuhnya menggunakan motor listrik sementara mesin bensin mati atau siaga. Opsi ini sangat ideal untuk mendukung mobilitas harian di tengah kemacetan kota tanpa mengonsumsi bensin.
Mode kedua yaitu HEV Series yang mengondisikan mesin bensin sebagai generator atau powerbank berjalan ketika daya baterai berada di bawah batas minimal. Pada fase ini, mesin bensin tidak memutar roda secara langsung melainkan menyuplai tenaga ke motor listrik.
Mode ketiga bernama HEV Parallel yang memadukan tenaga motor listrik dan mesin bensin secara bersamaan untuk menghasilkan performa penuh saat menyalip. Ketika kendaraan melaju konstan di kecepatan tinggi dengan baterai rendah, roda akan digerakkan mandiri oleh mesin bensin.
Spesifikasi Mekanis di Balik Efisiensi DM-i
Efisiensi tinggi dari BYD M6 DM didukung oleh kombinasi komponen mekanis yang presisi pada sektor dapur pacu. Mobil ini mengandalkan mesin bensin berkapasitas 1.500 cc dengan semburan tenaga mencapai 72 kW dan torsi puncak 125 Nm.
Komponen mesin konvensional tersebut disandingkan dengan motor listrik EHS 5.0 yang memiliki kekuatan putaran hingga 15.000 rpm. Kombinasi ini disempurnakan oleh sistem hybrid generasi DM 5.0.
Sistem hybrid terbaru ini diklaim memiliki efisiensi termal yang menyentuh angka 46,06 persen. Tingkat efisiensi termal yang tinggi meminimalkan energi bensin yang terbuang menjadi panas sehingga sisa energi dapat diubah menjadi tenaga kinetik secara optimal.