PT BYD Motor Indonesia bersiap meluncurkan model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) perdana mereka, M6 DM, yang dirakit langsung di fasilitas produksi Subang, Jawa Barat. Kendaraan ramah lingkungan ini dijadwalkan mulai didistribusikan kepada konsumen di pasar domestik pada Juni 2026.
Kesiapan peluncuran mobil multi-purpose vehicle (MPV) bertenaga ganda tersebut disampaikan oleh pihak manajemen pabrikan otomotif asal China ini. Model baru ini sekaligus menandai langkah awal ekspansi BYD di segmen kendaraan hybrid tanah air.
"BYD M6 DM, yang siap untuk dipasarkan di Indonesia. Sudah diproduksi, artinya sudah ada produknya, dan sesegera mungkin kami akan perkenalkan ke publik," ujar Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia Luther T. Panjaitan, dikutip Rabu (20/5/2026).
Langkah pengenalan ini juga dibarengi dengan persiapan pengumuman nilai jual resmi kendaraan. Manajemen menargetkan proses penetapan harga akan rampung bersamaan dengan jadwal distribusi massal.
"Kami menargetkan untuk mendistribusikan model tersebut pada bulan Juni, artinya sesegera mungkin kami sudah bisa memberikan harga," katanya.
Berdasarkan data operasional perusahaan, BYD tengah merampungkan pembangunan fasilitas perakitan di Subang yang dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun. Proyek infrastruktur otomotif ini menelan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp11,2 triliun.
Secara teknis, BYD M6 DM mengusung teknologi New Energy Vehicle (NEV) bernama Dual Mode (DM) yang mengintegrasikan sistem motor listrik dan mesin konvensional dalam satu platform. Berbeda dengan sistem hybrid biasa, platform DM memprioritaskan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin 1.5 liter bertenaga 72 kW dan torsi 125 Nm berfungsi sebagai penyokong daya.
Dapur pacu tersebut dikombinasikan dengan motor EHS 5.0 berputaran hingga 15.000 rpm serta sistem kontrol terintegrasi 7-in-1 yang mengalami peningkatan komputasi chip sebesar 146%. Teknologi ini mendukung transisi mulus antara tiga mode berkendara, yakni EV, series, dan parallel. BYD mengklaim efisiensi termal mesin mencapai 46% dengan konsumsi bahan bakar 65 kilometer per liter dan total jarak tempuh melampaui 1.800 kilometer.
Meskipun harga resmi dari Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) belum dirilis, informasi mengenai estimasi nilai jual kendaraan ini sudah mulai disebarluaskan oleh jaringan pemasaran di lapangan. Model ini diproyeksikan menyasar segmen konsumen luas termasuk wilayah rural melalui dua pilihan varian, yaitu Classic dan Cross.
"Untuk varian M6 DM Classic Standard paling murahnya Rp310 juta, yang tipe tertinggi M6 DM Cross Superior Captain Seat Rp390 juta. Tapi ini masih harga pre-book, jadi sewaktu-waktu bisa berubah," ujar tenaga penjual BYD kepada Bisnis, Rabu (20/5/2026).