Penjualan Nissan di Indonesia mengalami penurunan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun belakangan akibat minimnya produk baru dan masifnya kedatangan kompetitor dari China. Berdasarkan data retail yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), berikut adalah catatan perkembangan penjualan Nissan selama enam tahun terakhir yang mencakup 6 periode waktu berbeda.
- Tahun 2020 — Nissan tercatat masih berhasil membukukan penjualan yang cukup baik dengan mendistribusikan sebanyak 7.408 unit kendaraan ke konsumen di Indonesia.
- Tahun 2021 — Penjualan merek asal Jepang ini mulai mengalami penurunan tipis dengan total torehan sebanyak 6.185 unit mobil yang dikirim ke garasi konsumen.
- Tahun 2022 — Penurunan performa pasar Nissan kian anjlok hingga nyaris menyusut separuhnya, di mana mereka hanya mampu menjual sebanyak 3.529 unit secara retail.
- Tahun 2023 — Tren negatif terus berlanjut sepanjang Januari hingga Desember dengan angka penjualan yang semakin merosot ke angka 1.824 unit.
- Tahun 2024 dan 2025 — Volume penjualan Nissan kian terpuruk jauh di bawah performa sebelumnya, dengan torehan hanya sebesar 1.427 unit pada tahun 2024 dan semakin drop hingga tidak mencapai seribu unit, tepatnya hanya 941 unit pada tahun 2025.
- Periode Januari-April 2026 — Memasuki empat bulan pertama di tahun berjalan, penjualan retail Nissan belum menunjukkan tanda pemulihan dengan baru membukukan 144 unit, atau secara rata-rata tidak sampai 50 unit per bulan.
Sebagai informasi tambahan yang bersumber dari data Gaikindo, performa aktivitas wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) untuk Nissan pada periode Januari hingga April 2026 ini baru tercatat sebanyak 106 unit.