Strategi Changan Indonesia Siapkan SUV 7 Seater dan Perluas Jaringan

Strategi Changan Indonesia Siapkan SUV 7 Seater dan Perluas Jaringan

Changan Indonesia bersama Indomobil Group tengah menyusun langkah strategis untuk memperkuat posisi mereka di pasar kendaraan elektrifikasi tanah air yang kian kompetitif.

Ekspansi ini tidak hanya terpusat di Jakarta, namun juga menyasar kota-kota besar lainnya melalui pembangunan jaringan diler serta pameran khusus kendaraan listrik secara agresif.

Dilansir dari Otomotif, salah satu rencana paling signifikan adalah pengembangan SUV 7-seater yang dirancang secara khusus untuk memenuhi preferensi konsumen di Indonesia.

Indonesia berpotensi menjadi negara pertama yang mendapatkan model SUV 7-seater tersebut karena karakter pembeli lokal yang sangat berbeda dibandingkan negara Asia lainnya.

Sejauh ini, Lumin menjadi tulang punggung penjualan dengan kontribusi sekitar 60 persen dari total pemesanan selama ajang pameran kendaraan berlangsung.

Fenomena menarik terlihat dari profil pembeli Changan, di mana mayoritas merupakan pengguna mobil bermesin bensin konvensional yang memutuskan beralih ke teknologi listrik.

Kondisi ini menandakan bahwa pasar EV di Indonesia telah bergeser dari kelompok pengguna awal menuju masyarakat umum yang sebelumnya sangat bergantung pada kendaraan ICE.

"Untuk mempercepat penetrasi pasar, Changan dan Indomobil juga mulai menggelar pameran khusus kendaraan listrik di berbagai kota besar. Berbeda dengan pameran biasa, expo ini hanya berisi kendaraan EV tanpa model bensin atau diesel," jelas CEO Changan Indonesia Setiawan Surya.

Pameran tematik ini difungsikan sebagai sarana untuk memetakan respons masyarakat daerah terhadap tren elektrifikasi, terutama setelah adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak.

"Idenya karena harga bahan bakar naik, jadi kita bikin pameran khusus EV semua," ujar Setiawan.

Setelah Jakarta, pameran keliling ini dijadwalkan menyambangi Yogyakarta, Surabaya, hingga Bandung guna membedah potensi pasar di luar wilayah Jabodetabek yang mulai jenuh.

Berdasarkan data awal, Bali menunjukkan respons yang sangat positif, di mana sebagian besar unit dibeli untuk penggunaan pribadi dan bukan untuk operasional perusahaan atau rental.

Changan juga menargetkan pengoperasian sekitar 20 diler resmi hingga akhir tahun 2026 yang tersebar di kota-kota strategis seperti Surabaya, Bandung, Bali, dan Yogyakarta.

Fokus utama pengembangan produk saat ini diarahkan pada model Q07 untuk mendapatkan konfigurasi 7 penumpang demi menjawab kebutuhan spesifik keluarga di Indonesia.

"Kalau di negara lain kebanyakan cukup 5-seater, tapi Indonesia berbeda," ungkap Setiawan.

Jika proses pengembangan ulang spesifikasi berjalan lancar, mobil dengan konfigurasi tujuh penumpang ini diperkirakan akan meluncur paling cepat pada tahun depan.

Selain kendaraan listrik murni, Changan menyiapkan teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) yang menggunakan mesin bensin hanya sebagai generator pengisi daya baterai.

Solusi teknologi REEV dianggap paling relevan untuk daerah yang belum memiliki infrastruktur stasiun pengisian daya yang memadai namun ingin merasakan sensasi berkendara listrik.

"Tujuan dari teknologi REEV ini adalah tetap efisiensi bahan bakar," kata Setiawan.

Manajemen Changan mengakui bahwa pasar Indonesia sangat sensitif terhadap harga, di mana selisih biaya Rp 30 juta hingga Rp 50 juta dapat memicu perpindahan merek konsumen.

Negosiasi harga untuk model terbaru seperti Deepal S05 terus diupayakan agar tetap kompetitif di tengah banjirnya merek asal China dengan fitur dan teknologi serupa.

Changan optimistis terhadap peluang pasar karena konsumen Indonesia kini semakin kritis dalam meriset spesifikasi dan reputasi merek sebelum melakukan transaksi pembelian.

Dukungan dari jaringan besar Indomobil serta kekuatan finansial global menjadi fondasi utama bagi Changan dalam membangun kepercayaan konsumen di pasar otomotif nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi