Chery Group mengumumkan performa luar biasa pada April 2026 dengan total pengiriman kendaraan mencapai 251.386 unit. Capaian ini menandai kenaikan sebesar 25,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, seperti dilansir dari Suara.
Pengiriman internasional produsen otomotif Tiongkok ini melonjak hingga 102,4 persen di kancah global. Angka tersebut sekaligus mencetak rekor bulanan tertinggi bagi perusahaan dalam sejarah ekspansi luar negeri mereka.
Lonjakan penjualan ini didukung penuh oleh penerapan strategi New Energy + New Fuel. Melalui komitmen tersebut, perusahaan menyediakan lini kendaraan bermesin bensin, hybrid, hingga kendaraan listrik murni.
Volume pengiriman kendaraan energi baru (NEV) sendiri berhasil menyentuh angka 100.276 unit sepanjang April 2026. Model ringkas seperti All-new QQ3 menjadi primadona dan langsung mengantongi pesanan hingga puluhan ribu unit pada hari pertama peluncuran.
Tren pasar global saat ini memperlihatkan bahwa konsumen dunia semakin meminati mobil compact. Kendaraan jenis ini dinilai sangat fungsional, efisien, dan praktis untuk menunjang mobilitas di area perkotaan.
Ekspansi Eropa dan Kolaborasi Teknologi Global
Secara kumulatif, total pengiriman Chery Group sepanjang periode Januari hingga April 2026 telah menembus angka 853.098 unit. Data ini semakin memperkokoh posisi perusahaan sebagai produsen otomotif China dengan volume ekspor tertinggi.
Pertumbuhan brand ini bahkan mampu mencapai ratusan persen di pasar Eropa dan Inggris. Keberhasilan menembus wilayah tersebut membuktikan bahwa kualitas produk mereka sanggup bersaing dengan standar regulasi yang sangat ketat.
Guna menjaga konsistensi kualitas, pabrikan melakukan lebih dari 3.000 pengujian profesional sebelum kendaraan dipasarkan. Langkah ini diperkuat dengan kolaborasi teknologi bersama raksasa dunia seperti NVIDIA, Qualcomm, dan CATL untuk mengembangkan fitur pintar serta ekosistem energi terbarukan.
Tren positif penjualan global ini juga dinilai sangat relevan dengan dinamika pasar otomotif Indonesia. Konsumen di berbagai kota besar Indonesia kini mulai beralih ke mobil ringkas yang ramah lingkungan demi efisiensi di tengah fluktuasi harga bahan bakar minyak.