Chery dan JLR Hidupkan Kembali Brand Freelander di Pasar Global

Chery dan JLR Hidupkan Kembali Brand Freelander di Pasar Global

Kolaborasi strategis antara produsen otomotif Chery dan Jaguar Land Rover (JLR) resmi menghidupkan kembali merek legendaris Freelander melalui investasi senilai USD 1,5 miliar atau setara Rp 26 triliun. Peluncuran global brand beridentitas British Premium Intelligent All-Terrain ini dilaksanakan pada ajang Brand Night di Wuhu, China, Kamis (25/4/2026).

Proyek besar ini menandai babak baru kemitraan selama 14 tahun antara kedua perusahaan dalam mengembangkan kendaraan modern, sebagaimana dilansir dari Detik Oto. Dalam seremoni tersebut, kedua pabrikan memperkenalkan Freelander 8 sebagai model produksi pertama yang menjadi representasi identitas baru merek tersebut.

CEO of Freelander International, Lucia Mao, menjelaskan bahwa merek ini mengusung perpaduan antara aspek warisan, teknologi, serta kemampuan berkendara di berbagai medan. Perusahaan kini mulai bergerak untuk merekrut mitra ritel secara global guna mendukung ekspansi pasar.

"Freelander menggabungkan warisan premium Inggris, kecanggihan teknologi, serta kemampuan lintas medan untuk menjawab kebutuhan konsumen modern," kata Lucia Mao, CEO of Freelander International.

Langkah ini diambil untuk mengadaptasi nama Freelander yang sempat populer sebagai SUV terlaris di Eropa pada rentang tahun 1997 hingga 2002. Model anyar Freelander 8 dirancang oleh Phil Simmons, desainer yang juga membidani kelahiran Range Rover Velar dan Land Rover Defender.

Secara teknis, kendaraan ini menggunakan struktur desain Castle Body dengan ciri khas jendela segitiga dan lampu depan interlocking. Interior mobil dilengkapi dengan layar ultra-lebar serta kursi baris kedua zero-gravity untuk menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan.

Dapur pacu teknologi Freelander 8 didukung oleh chip Qualcomm Snapdragon 8295 dengan proses 5nm yang mampu mengoperasikan delapan layar sekaligus. Kendaraan ini juga menyematkan fitur keselamatan ADAS level L2+ dan sistem i-ATS dengan sembilan mode berkendara off-road.

Produksi massal akan dipusatkan di Chery Jaguar Land Rover Changshu Intelligent Manufacturing Base yang memiliki luas lahan mencapai 840.000 meter persegi. Fasilitas manufaktur ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 200.000 unit kendaraan setiap tahunnya.

Pihak manajemen telah menyusun peta jalan global dengan target menjangkau lebih dari 90 negara dalam lima tahun mendatang. Rencana ekspansi tersebut mencakup pembangunan 1.100 titik layanan purna jual untuk mendukung persaingan di pasar otomotif internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi