Pemerintah China resmi menangguhkan penerbitan izin operasional baru bagi penyedia jasa robotaxi setelah terjadi kegagalan sistem pada armada milik Baidu di Kota Wuhan. Keputusan ini diambil guna merespons gangguan teknis massal yang menyebabkan ratusan kendaraan tanpa pengemudi berhenti secara mendadak di jalan raya.
Insiden tersebut melibatkan sedikitnya 200 unit robotaxi dari layanan Apollo Go yang mendadak lumpuh total saat berada di tengah kepadatan lalu lintas. Berdasarkan laporan dari Suara yang melansir Carscoops, kekacauan ini bermula dari perintah teknisi Baidu untuk melakukan pengambilan data langsung yang justru berdampak pada kegagalan operasional armada.
Dampak dari gangguan tersebut mengakibatkan kemacetan panjang di berbagai ruas jalan utama serta memicu terjadinya beberapa kecelakaan ringan antar kendaraan. Dilaporkan pula sejumlah penumpang sempat terjebak di dalam kabin karena sistem penguncian dan operasional mobil tidak berfungsi selama masa gangguan, meski otoritas memastikan tidak ada korban luka.
Menyikapi situasi tersebut, Kementerian Industri dan Teknologi Informasi bersama regulator siber China segera memanggil delapan perusahaan pengembang kendaraan otonom terkemuka. Pemerintah kini mewajibkan seluruh operator untuk melakukan audit keselamatan menyeluruh terhadap sistem operasional mereka sebelum diizinkan melanjutkan rencana ekspansi bisnis.
Padahal, sektor transportasi otonom di China tengah mengalami pertumbuhan signifikan dengan catatan sekitar 4.500 unit robotaxi yang telah beroperasi di 10 kota hingga akhir 2025. Analis sektor otomotif memprediksi populasi kendaraan ini dapat menyentuh angka 500 ribu unit pada tahun 2030, atau menguasai 10 persen pangsa pasar taksi nasional.
Kegagalan teknis pada armada Baidu ini kini menjadi referensi penting bagi regulasi industri otomotif global terkait standarisasi keamanan teknologi tingkat tinggi. Langkah tegas otoritas China menegaskan bahwa faktor keselamatan publik harus menjadi prioritas utama sebelum teknologi kendali otomatis diadopsi secara luas oleh masyarakat.