Throttle Position Sensor atau TPS menjadi salah satu komponen penting pada sepeda motor matic yang sering kali luput dari perhatian pengendara saat lampu indikator Malfunction Indicator Light atau MIL di spidometer menyala. Komponen ini memiliki peran krusial dalam sistem injeksi dan dapat mengalami kerusakan seiring masa pakai kendaraan.
Dilansir dari Medcom, gejala utama yang mendominasi saat komponen ini mulai aus atau rusak adalah penurunan respons pada tarikan gas. Selain itu, perputaran mesin atau RPM stasioner cenderung menjadi tidak stabil dengan kondisi naik-turun sendiri, serta memicu munculnya gejala brebet ketika tuas gas diputar oleh pengendara.
Faktor usia pemakaian menjadi penyebab utama komponen ini mengalami keausan. Pemilik kendaraan umumnya disarankan untuk melakukan pemeriksaan atau penggantian komponen TPS apabila sepeda motor matic telah menempuh jarak sekitar 50.000 km.
Proses penggantian suku cadang ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena terdapat persyaratan teknis yang harus dipenuhi. Setelah memasang komponen TPS yang baru, pemilik motor wajib melakukan reset Electronic Control Unit atau ECU agar sistem injeksi dapat mengenali dan membaca sensor baru tersebut secara akurat.
Terdapat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa komponen TPS pada motor matic sudah harus diganti.
1. Tarikan Gas Tersendat atau Brebet
Saat pengendara memutar tuas gas, respons motor akan terasa lambat atau tersendat-sendat. Kondisi tidak nyaman ini biasanya paling sering dirasakan pada saat bukaan gas berada di posisi rendah hingga menengah.
2. RPM Stasioner Tidak Stabil
Putaran mesin atau langsam saat sepeda motor dalam posisi diam tiba-tiba berubah naik dan turun sendiri. Fenomena RPM meninggi secara tidak wajar ini juga kerap terjadi ketika mesin motor baru saja dipanaskan.3. Lampu Indikator MIL Berkedip
Sistem kelistrikan pada motor injeksi akan memberikan sinyal visual berupa kedipan atau nyala lampu Malfunction Indicator Light pada panel spidometer sebagai kode adanya kerusakan pada sistem sensor.
4. Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros
Kerusakan sensor menyebabkan pengiriman data bukaan gas ke ECU menjadi tidak akurat. Akibatnya, komparasi campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar menjadi terlalu kaya atau berlebihan.
5. Motor Susah Hidup
Kendala lain yang muncul akibat kegagalan fungsi sensor ini adalah motor menjadi lebih sulit untuk dinyalakan. Masalah ini biasanya paling sering terjadi terutama ketika kondisi mesin kendaraan masih dingin.