Produsen otomotif asal Prancis, Citroen, resmi mengumumkan rencana kembalinya papan nama legendaris 2CV ke pasar global. Mobil ikonik yang sempat berhenti diproduksi selama 36 tahun ini akan dilahirkan kembali dalam wujud kendaraan listrik berbasis baterai.
Seperti dilansir dari Suara, penampilan perdana kendaraan roda empat ini dijadwalkan berlangsung pada ajang Paris Motor Show Oktober 2026. Kehadiran model baru tersebut mengusung gaya retro yang mengingatkan publik pada siluet klasik versi terdahulunya.
Langkah ini diambil oleh Stellantis selaku perusahaan induk untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Target utamanya adalah menyediakan kendaraan listrik dengan harga terjangkau bagi konsumen di kawasan Eropa.
Melalui bocoran gambar resmi yang dirilis, pabrikan tetap mempertahankan bentuk bodi unik khas era lawas. Walaupun mengusung tema nostalgia, sektor mekanis di balik kulitnya sudah sepenuhnya mengadopsi platform listrik modern.
Kendaraan ini dirancang sebagai city car kompak yang ideal untuk menembus kemacetan jalanan perkotaan. Ukuran bodinya didesain lebih pendek daripada model Citroen ë-C3 yang memiliki panjang total 4.015 mm, sehingga menjanjikan kelincahan yang lebih baik.
Target Harga Murah dan Rencana Produksi
Pihak perusahaan membidik harga jual mulai dari sekitar 15.000 Euro atau setara dengan Rp310 juta. Nominal tersebut akan memposisikannya di bawah model ë-C3, sekaligus menyasar segmen pengemudi muda atau konsumen yang baru pertama kali membeli mobil listrik.
Proses perakitan massal dijadwalkan baru berjalan pada tahun 2028 mendatang di pabrik yang berlokasi di Italia. Fasilitas ini nantinya akan berbagi jalur produksi yang sama dengan generasi terbaru dari Fiat Panda.
Strategi pemanfaatan basis bersama ini mempertegas fokus Stellantis dalam mengembangkan arsitektur kendaraan listrik berbiaya rendah. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari rencana besar korporasi untuk memperkenalkan 110 varian kendaraan baru hingga periode 2030.