PT Astra Daihatsu Motor Genjot Produksi Ekspor dan Domestik

PT Astra Daihatsu Motor Genjot Produksi Ekspor dan Domestik

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memilih fokus memacu aktivitas manufaktur untuk pasar domestik dan ekspor guna memenuhi permintaan konsumen di tengah tekanan serta isu efisiensi karyawan pada pasar otomotif nasional pada Kamis (21/5/2026).

Langkah penyesuaian strategi bisnis ini diambil demi menjaga kelancaran pasokan kendaraan domestik sekaligus mengoptimalkan potensi pasar internasional. Dilansir dari Otomotif, pertumbuhan positif justru masih ditunjukkan oleh lini produksi manufaktur Daihatsu meskipun penjualan retail di dalam negeri saat ini sedang mengalami koreksi.

Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani memaparkan bahwa pemantauan terhadap situasi industri secara menyeluruh masih terus dilakukan oleh internal perusahaan.

"Saat ini kami masih memonitor secara keseluruhan. Walaupun kondisi domestik ada koreksi pasar secara penjualan retail sales (RS), namun tidak secara produksi ADM," ujar Sri Agung, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor.

Peningkatan aktivitas operasional ini dibuktikan melalui pencapaian angka produksi domestik Daihatsu yang menyentuh 93.000 unit sepanjang periode Januari hingga April 2026. Volume tersebut mencatatkan kenaikan sekitar 0,3 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Bahkan saat ini ada kenaikan export dibanding tahun lalu, yaitu YTD April produksi 42.000 unit naik 33 persen dibanding last year (LY)," kata Sri Agung, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor.

Lonjakan pengiriman ke luar negeri ini menjadi pilar penopang penting bagi basis manufaktur global Daihatsu di Indonesia. Strategi penguatan produksi tersebut juga diterapkan perusahaan untuk memangkas waktu tunggu pemesanan unit oleh para pelanggan.

"Saat ini pastinya kita fokus ke pemenuhan demand dulu, baik domestic maupun export, agar customer tidak menunggu lama," ujarnya Sri Agung, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor.

Aktivitas pabrik baru Karawang Assembly Plant 2 di Jawa Barat yang diresmikan pada Kamis (27/2/2025) kini menjadi instrumen utama perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan. Indikator manufaktur yang terjaga melalui volume produksi ini menjadi penyeimbang di tengah penurunan penyerapan unit langsung oleh konsumen di jaringan dealer.

Artikel terkait

Rekomendasi