Daihatsu Kuasai Pasar Mobil Bawah Rp 300 Juta Hingga April 2026

Daihatsu Kuasai Pasar Mobil Bawah Rp 300 Juta Hingga April 2026

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) membukukan penjualan ritel sebanyak 46.953 unit sepanjang Januari hingga akhir April 2026. Seperti dikutip dari Detik Oto, raihan tersebut membuat pangsa pasar atau market share Daihatsu mencapai 16,3 persen di pasar domestik.

Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi Daihatsu pada urutan kedua dalam penjualan ritel otomotif nasional. Mayoritas produk yang diminati konsumen didominasi oleh kendaraan dengan harga di bawah Rp 300 juta.

Kondisi pasar otomotif nasional sendiri memperlihatkan pergerakan positif hingga April 2026. Total penjualan mobil di Indonesia menyentuh angka kisaran 287 ribu unit, mengalami kenaikan sebesar 7 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 268 ribu unit.

Melalui perolehan tersebut, Daihatsu menempati peringkat kedua terlaris untuk masing-masing segmen pada kategori LCGC maupun SUV Medium. Pabrikan ini juga memimpin pada dua kategori khusus kendaraan di rentang harga hingga Rp 300 juta.

Pada segmen kendaraan dengan harga di bawah Rp 300 juta, Daihatsu menguasai pangsa pasar sebesar 32 persen. Sementara pada kategori kendaraan ICE (Internal Combustion Engine) di rentang harga serupa, mereka memimpin dengan market share 38 persen.

"Sebenarnya LCGC market ini kelihatan turun, jadi LCGC MPV ini kontribusi persentase itu sebulan rata-rata tahun lalu 5.500-5.600-an, sekarang (2026) juga 5.600-an. Jadi sama. Kalau LCGC hatchback memang turun dari sekitar 5.500 jadi sekitar 4.500, tapi puji tuhan, Ayla dan saudara kembar, sebenarnya jualan 2.000-2.200 (unit per bulan). Even daya beli first car buyer masih belum ada koreksi positif," ujar Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) saat konferensi pers di BSD Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Kategori LCGC kerap menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin beralih dari roda dua ke roda empat ataupun keluarga muda yang berburu mobil pertama. Faktor harga terjangkau, efisiensi bahan bakar, dan kapasitas kabin lapang menjadi pendorong utama segmen ini dikuasai Daihatsu dengan market share mencapai 36,8 persen.

Pada kelas SUV Medium, Terios berkontribusi besar dengan memegang pangsa pasar sebanyak 30,8 persen. Profil pembeli produk Daihatsu secara umum masih berstatus sebagai konsumen pemula.

"Kalau dilihat struktur pembeli, Daihatsu masih tetap didominasi first car buyer kurang lebih 65 persen," jelas dia.

Untuk sektor kendaraan komersial, Gran Max Series masih menjadi andalan utama bagi para pelaku usaha di segmen entry commercial. Kendaraan niaga ini sukses mengamankan pangsa pasar hingga mencapai 63,3 persen.

Performa Gran Max menjadi bukti nyata bahwa lini kendaraan niaga Daihatsu terus dipercaya oleh pelaku bisnis. Penggunanya mencakup skala UMKM perorangan hingga korporasi besar yang sedang melakukan ekspansi usaha.

"Kita lihat Daihatsu segmen total 16,3 persen (pangsa pasar). Kalau kita ICE (internal combustion engine) only, kita itu menjadi pilihan masyarakat di Indonesia," jelas dia.

"First car buyer sangat berdekatan dengan isu daya beli. Kita coba analisa lagi. Market yang di bawah Rp 300 juta, terima kasih buat kepercayaan pelanggan Daihatsu di seluruh wilayah Indonesia kepada Daihatsu, kita menjadi nomor satu, menjadi pilihan pada saat Anda memilih mobil apa yang akan dibeli," terang Sri.

Distribusi penjualan Daihatsu ditopang oleh kekuatan jaringan hingga ke pelosok daerah dengan kontribusi wilayah rural atau remote area sebesar 46 persen. Angka ini berada di atas rata-rata total pasar nasional yang mencatatkan 33 persen.

Penjualan di luar wilayah Jabodetabek menyumbang persentase hingga 81 persen, melampaui rata-rata pasar nasional yang berada pada angka 67 persen. Di peta regional, Daihatsu kokoh di peringkat kedua untuk wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Indonesia Bagian Timur (IBT).

"Daihatsu bersyukur terus konsisten dapat mempertahankan kepercayaan pelanggan di tengah kondisi pasar yang dinamis. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, baik untuk kebutuhan keluarga, mobilitas harian, maupun aktivitas usaha," jelas dia.

Artikel terkait

Rekomendasi