PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mempertahankan stabilitas harga kendaraan mereka tanpa kenaikan selama empat bulan terakhir di Tangerang pada Rabu (20/5/2026). Langkah ini diambil melalui penyesuaian internal guna melindungi konsumen dari tekanan biaya produksi global, dilansir dari Otomotif.
Sektor otomotif saat ini menghadapi tantangan berat akibat fluktuasi nilai tukar, kenaikan harga bahan baku, dan ketergantungan pada komponen impor. Guna menjaga keberlanjutan bisnis, perusahaan fokus menerapkan strategi efisiensi biaya manufaktur dan restrukturisasi internal.
“Pergerakan fluktuasi ini pasti harus ada penyesuaian. Tapi keberlanjutan industri ini mesti jalan,” ujar Sri Agung Handayani, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor.
Tingkat lokalisasi komponen pabrikan tersebut kini telah melampaui angka 80 persen. Kendati demikian, ketergantungan pada sebagian komponen impor membuat struktur biaya perusahaan tetap sensitif terhadap dinamika ekonomi dunia.
“Jadi kita lakukan beberapa hal, kita restructure biaya dan melakukan efisiensi di manufacturing kita. Lalu kita juga membahas dengan supply chain untuk mencari solusi pengembangan lokalisasi dari beberapa komponen,” kata Sri Agung Handayani.
Kebijakan menahan harga ini diterapkan secara hati-hati agar tidak membebani kelompok pembeli mobil pertama yang menjadi target pasar utama. Manajemen mengonfirmasi bahwa besaran harga jual kendaraan tidak mengalami perubahan sejak awal tahun.
“Saat ini tidak ada kenaikan harga Daihatsu. Selama empat bulan sejauh ini tidak ada kenaikan harga,” kata Sri Agung Handayani.
Kondisi penjualan perusahaan saat ini tetap stabil berkat sokongan dari segmen kendaraan terjangkau dan peningkatan permintaan di wilayah rural. Selain pasar domestik, stabilitas bisnis ADM terbantu oleh pertumbuhan pengiriman ekspor kendaraan ke kawasan Asia hingga Amerika Latin.