PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia Soroti Ekosistem Bus Listrik Antarkota

PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia Soroti Ekosistem Bus Listrik Antarkota

PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia mengingatkan adanya tantangan besar pada ekosistem pengisian daya seiring bergesernya tren elektrifikasi kendaraan niaga menuju jalur antarkota, seperti dilansir dari Otomotif pada Jumat (22/5/2026).

Kesiapan stasiun pengisian daya menjadi perhatian utama bagi operator yang ingin mengoperasikan bus listrik jarak jauh. Bersamaan dengan tren ini, Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri sudah mulai mengoperasikan layanan bus listrik gratis di jalur lokal pada Minggu (5/4/2026).

President Director DCVI Naeem Hassim menjelaskan bahwa kekhawatiran terbesar saat ini terletak pada kesiapan infrastruktur pengisian daya, bukan pada teknologi kendaraannya.

"Satu-satunya hal yang masih saya khawatirkan adalah seperti apa ekosistemnya nanti? Bagaimana ekosistem tersebut bekerja?" ujar Naeem Hassim, President Director DCVI.

Fasilitas pengisian daya yang tersedia di jalur utama seperti tol Trans-Jawa saat ini dinilai masih didominasi dan didesain untuk mobil penumpang pribadi, bukan kendaraan niaga besar.

"Jika kita ambil contoh perjalanan dari Jakarta ke Bandung, memang sekarang sudah mulai dipasang stasiun pengisian daya di beberapa rest area. Namun, itu untuk mobil penumpang. Sekarang pertanyaannya, bagaimana dengan bus?" kata Naeem Hassim, President Director DCVI.

Kepastian waktu yang ketat membuat operator bus tidak dapat berspekulasi mengenai ketersediaan tempat pengisian daya di tengah jalan demi menjaga jadwal perjalanan penumpang.

"Anda bepergian untuk urusan bisnis, misalnya ke Bandung, dan harus melakukan booking tempat pengisian daya terlebih dahulu karena Anda tidak tahu berapa banyak mobil yang sedang antre di sana. Ini tantangan yang sama di berbagai negara," kata Naeem Hassim, President Director DCVI.

Pembangunan infrastruktur pengisian daya khusus bus dan truk oleh pemerintah di sepanjang tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatra dipandang sebagai kunci penyelesaian masalah.

"Jika pemerintah membangun semua charging station khusus kendaraan niaga di sepanjang jalan tol utama, sebenarnya kita sudah menyelesaikan sebagian besar masalahnya," tegas Naeem Hassim, President Director DCVI.

Selain masalah infrastruktur, sensitivitas harga tiket bagi penumpang bus antarkota juga menjadi tantangan krusial dari sisi bisnis operator.

Pengusaha transportasi darat ini dituntut memastikan seluruh kursi penumpang terisi penuh demi menutup biaya operasional yang tinggi.

"Saat berbicara dengan para pelanggan dan operator bus, kuncinya adalah memastikan kursi terisi penuh. Bus harus penuh sebelum berangkat ke tujuan jauh seperti Medan. Setiap kursi yang kosong adalah kerugian," jelas pihak DCVI.

Tekanan bisnis tersebut menuntut efisiensi harga unit bus listrik dan biaya operasionalnya agar tarif tetap terjangkau oleh masyarakat luas. Insentif dari pemerintah kini sangat dibutuhkan oleh para operator bus maupun produsen kendaraan niaga.

Artikel terkait

Rekomendasi