Kebiasaan Menaruh Helm di Spion Motor Merusak Komponen Interior

Kebiasaan Menaruh Helm di Spion Motor Merusak Komponen Interior

Pemilik sepeda motor diingatkan untuk menghentikan kebiasaan meletakkan helm di spion atau jok saat parkir karena dapat merusak komponen keselamatan tersebut. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Otomotif pada Kamis (7/5/2026), paparan cuaca ekstrem di area terbuka menjadi penyebab utama penurunan kualitas material helm.

Aditya Wahyu Nugroho selaku pemilik bengkel spesialis servis helm 1DS Inside mengungkapkan bahwa seluruh tingkatan helm memiliki kerentanan yang sama terhadap faktor eksternal. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi lapisan peredam atau Expanded Polystyrene (EPS) agar tetap berfungsi optimal dalam melindungi kepala.

"Banyak orang yang salah kaprah, ketika pakai helm itu ditaruh di motor atau spion di luar ruangan. Sedangkan EPS (Expanded Polystyrene) itu punya umur dan harus terjaga kondisinya," ujar Wahyu, pria yang akrab disapa Wahyu kepada Kompas.com, Kamis (7/5/2026).

Suhu udara yang fluktuatif antara panas terik dan hujan tidak hanya memengaruhi cangkang luar, tetapi juga merusak bagian interior yang lebih sensitif. Paparan sinar matahari dalam durasi lama diketahui meninggalkan aroma tidak sedap pada lapisan EPS yang sulit dibersihkan dengan pencucian biasa.

"Panas matahari itu meninggalkan bau yang menempel di EPS, dan itu sangat susah dihilangkan meski sudah dicuci. Cara menghilangkannya biasanya kita sumpel koran selama seminggu karena tinta koran itu mengandung karbon yang menyerap bau," katanya.

Kerusakan struktural juga mengancam sistem perekat interior helm akibat suhu panas ekstrem yang membuat lem mengurai sehingga kain terlepas dari busanya. Masalah lain timbul saat helm terkena air hujan yang menyebabkan kondisi lembap dan mengundang masuknya hama ke dalam rongga helm.

"Kalau sudah lembap, serangga seperti kecoa pasti tertarik masuk karena merasa itu baunya sama dengan habitatnya di alam. Itu yang harus kita hindari," ucap Aditya.

Sebagai langkah pencegahan, pengendara disarankan untuk selalu membawa helm ke dalam ruangan dan memperhatikkan posisi peletakannya. Teknik penyimpanan yang benar adalah dengan memosisikan helm secara menyamping atau miring, bukan dalam posisi tegak atau duduk.

"Setelah dipakai panas-panasan atau kehujanan, jangan ditaruh dengan posisi duduk tegak. Taruhnya miring (menyamping) dengan kondisi kaca terbuka agar ada sirkulasi udara," jelasnya.

Penempatan dengan posisi miring ini dinilai lebih efektif dalam membuang uap panas serta aroma keringat dari bagian dalam. Jika disimpan dalam posisi tegak, udara panas dan bau cenderung terperangkap di dasar interior meskipun bagian kaca helm telah dibuka lebar.

Artikel terkait

Rekomendasi