Banyak pengendara kendaraan sering kali menunda pengisian bahan bakar dan baru mengunjungi pom bensin saat tangki sudah nyaris kosong. Kebiasaan ini biasanya dipicu oleh ketidaktahuan atau kurangnya kepedulian terhadap kondisi teknis kendaraan.
Padahal, membiarkan volume bahan bakar seminimal mungkin di dalam tangki menyimpan risiko buruk yang cukup fatal. Dampak negatifnya tidak hanya menyerang komponen penampung BBM, tetapi juga menjalar hingga ke bagian mesin.
Dilansir dari Medcom, perilaku mengemudi dengan kondisi indikator bensin yang sekarat sangat tidak disarankan karena dapat memicu kerusakan pada sejumlah komponen penting.
Kebiasaan buruk ini dapat menimbulkan efek domino yang merugikan bagi pemilik kendaraan. Terdapat empat ancaman utama yang siap mengintai performa mesin Anda.
1. Kerusakan Pompa Bensin (Fuel Pump)
Pompa bensin sangat mengandalkan keberadaan bahan bakar di sekitarnya sebagai media pendingin alami. Ketika tangki bensin sering dibiarkan kosong, pompa akan kehilangan pelindung suhunya sehingga memicu panas berlebih atau overheat dan mempercepat kerusakan komponen tersebut.
2. Tersedotnya Endapan Kotoran
Bahan bakar yang berada pada posisi paling dasar di dalam tangki umumnya telah bercampur dengan berbagai endapan kotoran. Saat volume BBM menipis, pompa bakal menghisap sisa kotoran tersebut yang kemudian berpotensi menyumbat filter serta injektor kendaraan.
3. Munculnya Karat di Tangki
Area kosong di dalam tangki yang tidak terisi oleh cairan bahan bakar akan memicu terjadinya proses kondensasi udara. Fenomena ini menghasilkan uap air yang lambat laun memicu korosi atau karat pada dinding tangki besi.
4. Risiko Mogok di Jalan
Tekanan pada komponen pompa bensin dapat mengalami penurunan drastis atau mengalami fenomena masuk angin akibat terjadinya kavitasi udara. Situasi tersebut membuat kerja mesin menjadi tersendat atau brebet hingga berisiko mati secara mendadak saat berkendara.