DAMRI mengoperasikan sebanyak 316 unit bus listrik di wilayah Jakarta pada Jumat (29/5/2026) sebagai wujud nyata dukungan terhadap penyediaan transportasi publik ramah lingkungan dan rendah emisi bagi masyarakat.
Langkah penguatan armada ini terintegrasi langsung dengan jaringan layanan transportasi perkotaan demi mewujudkan transformasi sistem angkutan umum yang modern. Informasi mengenai penambahan armada bertenaga baterai tersebut dilansir dari Otomotif.
Direktur Teknik dan Fasilitas DAMRI, Arifin, menjelaskan bahwa proses adopsi kendaraan elektrifikasi ini sudah diinisiasi sejak tahun 2020. Program tersebut diawali melalui serangkaian uji coba sebagai bagian dari percepatan implementasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
“Implementasi bus listrik bukan hanya berbicara mengenai pergantian teknologi kendaraan, tetapi juga kesiapan ekosistem operasional, infrastruktur pengisian daya, kesiapan SDM, hingga pola mobilitas masyarakat yang terus berkembang," kata Arifin, Direktur Teknik dan Fasilitas DAMRI.
DAMRI juga terus melakukan berbagai langkah penyesuaian yang diperlukan agar operasional angkutan rendah emisi ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Melalui integrasi layanan ini, perusahaan berharap dapat menciptakan mobilitas masyarakat yang lebih efisien.
"Ke depan, DAMRI akan terus mendukung pengembangan ekosistem transportasi publik modern melalui implementasi teknologi yang adaptif, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan transportasi rendah emisi guna menghadirkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat," kata Arifin, Direktur Teknik dan Fasilitas DAMRI.
Guna memastikan keberlangsungan program jangka panjang tersebut, pihak manajemen mengharapkan adanya penguatan elemen pendukung dari para pemangku kepentingan. Arifin menekankan pentingnya sinergi kebijakan, kesiapan ekosistem, serta ketersediaan berbagai stimulus untuk mempercepat elektrifikasi transportasi nasional.