Masa depan Davide Brivio sebagai bos Trackhouse Racing MotoGP Team kini tengah menjadi pusat perhatian. Mantan petinggi Suzuki tersebut dikabarkan masuk dalam radar Honda Racing Corporation (HRC) untuk mengisi posisi senior manager mulai musim kompetisi mendatang.
Kabar kepindahan ini mencuat setelah laporan dari Sky Italia mengonfirmasi bahwa Brivio sedang diproyeksikan untuk mengemban peran penting sebagai konsultan di dalam struktur tim Honda. Isu ini semakin diperkuat oleh rencana pergeseran internal di tubuh pabrikan asal Jepang tersebut.
Manajer tim HRC, Alberto Puig, disebut-sebut bakal menempati jabatan baru sebagai penasihat senior untuk program MotoGP dan WorldSBK Honda yang direncanakan mulai berjalan pada tahun 2027. Meski belum ada pengumuman resmi dari pihak terkait, banyak pengamat menilai kepindahan Brivio hanya tinggal menunggu waktu saja.
Saat dikonfirmasi mengenai rumor tersebut pada sesi latihan MotoGP Catalunya di Barcelona, Brivio memilih untuk tidak memberikan jawaban yang gamblang terkait masa depannya.
"Mari fokus dulu ke Trackhouse akhir pekan ini," ujar Brivio dikutip dari Otomotif.
"Siapa yang tahu," katanya.
Rekam jejak Brivio di dunia balap roda dua memang tidak perlu diragukan lagi. Sosok berpengalaman ini merupakan aktor intelektual di balik kesuksesan Valentino Rossi saat merebut empat gelar juara dunia kelas premier bersama Yamaha Motor Company.
Prestasi gemilang Brivio berlanjut ketika dirinya berhasil mengantarkan Joan Mir meraih titel juara dunia MotoGP pada tahun 2020 silam bersama Suzuki Motor Corporation. Setelah pabrikan tersebut mundur dari MotoGP, ia sempat berkarier di ajang Formula 1 sebelum akhirnya kembali ke paddock grand prix untuk menakhodai proyek Trackhouse Racing pada awal musim 2024.
Di bawah kendali dinginnya, Trackhouse Racing yang merupakan tim asal Amerika Serikat mulai memperlihatkan grafik performa yang menanjak. Tim satelit Aprilia ini bahkan sukses mengamankan kemenangan perdana mereka melalui aksi menawan Raul Fernandez di Sirkuit Phillip Island pada musim lalu.
Latar belakang performa Honda yang masih terseok-seok untuk bangkit dari keterpurukan dalam beberapa musim terakhir disinyalir menjadi alasan utama HRC sangat bernafsu mendatangkan Brivio. Pengalaman panjang yang dimilikinya dalam membangun dan mengelola tim diharapkan mampu mempercepat proses kebangkitan pabrikan berlogo sayap tunggal tersebut di pentas MotoGP.