Kapasitas Baterai Mobil Listrik Turun Hingga 2 Persen Per Tahun

Kapasitas Baterai Mobil Listrik Turun Hingga 2 Persen Per Tahun

Pendiri EVSafe, Mahaendra Gofar, mengungkapkan bahwa kapasitas baterai mobil listrik mengalami penurunan rata-rata sebesar 1 hingga 2 persen setiap tahunnya pada Selasa (12/5/2026). Penurunan performa atau degradasi ini dinilai sebagai fenomena bertahap yang masih berada dalam batas normal bagi pemilik kendaraan listrik.

Data mengenai penyusutan kapasitas ini dilansir dari Otomotif di tengah meningkatnya popularitas penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Gofar menjelaskan bahwa sebuah kemasan baterai sebenarnya terdiri atas ratusan hingga ribuan sel kecil yang berfungsi menyimpan energi secara kolektif sesuai dengan desain produksinya.

“Secara umum degradasi baterai itu normal terjadi, rata-rata sekitar 1 sampai 2 persen tiap tahun tergantung pola penggunaan dan kondisi kendaraan,” ujar Gofar, Pendiri EVSafe.

Gofar memaparkan bahwa jumlah unit sel di dalam satu rangkaian baterai sangat bervariasi. Hal ini sepenuhnya bergantung pada spesifikasi kapasitas dan tipe baterai yang dirancang oleh masing-masing pabrikan kendaraan.

“Jumlah sel dalam satu battery pack bisa sangat banyak. Ada yang ratusan, ada juga yang sampai ribuan sel, tergantung desain dan tipe baterainya,” kata Gofar, Pendiri EVSafe.

Proses penurunan kualitas sel-sel tersebut tidak terjadi secara serentak di seluruh bagian. Menurut Gofar, terdapat perbedaan kecepatan degradasi antar sel di mana sebagian sel mungkin menurun lebih cepat dibandingkan sel lainnya yang tetap bekerja optimal.

“Degradasinya tidak selalu merata. Ada sel yang lebih cepat menurun performanya dan ada yang lebih lambat,” ujarnya Gofar, Pendiri EVSafe.

Penurunan performa ini merupakan konsekuensi alami dari reaksi kimia pada baterai jenis lithium-ion selama siklus pengisian daya dan pemakaian. Selain faktor usia, kecepatan degradasi juga dipengaruhi secara signifikan oleh temperatur lingkungan, metode pengisian daya, serta perilaku mengemudi pemiliknya.

Teknologi battery management system (BMS) pada mobil listrik modern saat ini berperan penting dalam memantau kondisi setiap sel secara langsung. Sistem ini bekerja menyeimbangkan tegangan dan mengatur distribusi arus untuk memastikan kendaraan tetap dapat digunakan dalam jangka waktu panjang meskipun terjadi penurunan kapasitas perlahan.

Artikel terkait

Rekomendasi